Rhino Ariefiansyah, S.Sos., M.E.A.P.

Rhino Ariefiansyah, S.Sos., M.E.A.P.
 

Profil

Rhino Ariefiansyah mendapatkan gelar sarjana dari Departemen Antropologi UI pada tahun 2003. Ia kemudian melanjutkan studi master di l’école d’études de sciences politique (SciencesPo, Paris) dalam program experimental arts and politic (SPEAP) pada tahun 2014. Ia juga menjadi peneliti utama pada cluster Rural Respons to Climate Change di Pusat Kajian Antropologi UI sejak tahun 2013 hingga saat ini.

Ia juga menjadi anggota American Association of Geographer (AAG) sejak tahun 2017 hingga sekarang. Selain itu juga menjadi anggota task force Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) sejak tahun 2009.

Selain menjadi etnografer, Rhino juga aktif dalam membuat film dokumenter dengan tema-tema lingkungan, pertanian, dan perubahan iklim serta salah satu pengembang kurikulum pelatihan film dokumenter Eagle Awards tahun 2005.


Research Interest

Agriculture, Climate Change, Human Geography, Visual Anthropology, Arts Experimentation


Selected Publication(s)

Lumenta, D., R. Ariefiansyah, B. & Nurhadist. 2017. ‘Performing Out of Limbo: Reflections on Doing Anthropology through Music with Oromo Refugees in Indonesia’, Antropologi Indonesia 1: https://doi/org/10.7454/ai.v38i1.8756

Winarto, Y.T., K. Stigter, R. Ariefiansyah, & A.F. Prihandiani. 2016. ‘Agrometeorological learning as policy learning in a changing climate. Would the state change its policies if the farmers change their strategies?’, Paper presented in the Panel of “Livelihood transitions in Southeast Asia: Critical investigations and policy implications” in the 6th University Science for Climate Resilience 491 International Symposium of Journal Antropologi Indonesia: “Post Reformasi Indonesia: The challenges of social inequalities and inclusion,” Depok.

Winarto, Y.T., K. Stigter, & R. Ariefiansyah. 2015. ‘Interpreting the present, anticipating the future: Continuous learning in ongoing climate change’, Paper presentation in the workshop on Environmental Education in Indonesia. Asia Research Council Grant, University of Western Australia and Center for Anthropological Studies, Faculty of Social & Political Sciences, Universitas Indonesia, Depok, pp. 13-14.