The Authors

Abdul Latif Bustami adalah lektor kepala di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Ia mengajar matakuliah antropologi agama, dan kebudayaan dan institusi lokal di Program Pascasarjana FISIP UI. Ybs. banyak melakukan penelitian di berbagai wilayah Indonesia dengan fokus politik, agama, dan aspek-aspek sosial budaya.

Achmad Fedyani Saifuddin adalah staf pengajar Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Ia lulus Sarjana Antropologi dari UI (1982), MA dalam Antropologi (1985) dan Ph.D. dalam Antropologi (1992) dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat. Ybs. pernah mengikuti pendidikan singkat mengenai Higher Education Curriculum Development di University of Manitoba, Winnipeg, Canada (1993). Hingga saat ini ia telah menerbitkan beberapa buku yang ditulisnya sendiri maupun terjemahan, di samping sejumlah artikel.

A. Josias Simon Runturambi adalah staf pengajar Departemen Kriminologi FISIP UI. Ia mengajar beberapa mata kuliah di FISIP UI, di antaranya Etnografi Kejahatan di Indonesia dan Sosiologi Hukum. Ybs. juga menjadi peneliti utama di Centre for Law & Order Studies (CLOS), Jakarta. Lulus S1 bidang Kriminologi dari FISIP UI, dan memperoleh gelar S2 bidang Antropologi dari Pascasajana FISIP UI.

Alexander Horstmann adalah dosen tamu di Research Institute for the Languages and Cultures of Asia and Africa. Ia adalah penulis buku Class, Culture and Space. The Construction and Shaping of Communal Space in South Thailand (2002) dan penyunting buku (bersama Guenther Schlee) Integration through Diversity: Local and Global Forms of Inter-Cultural Communication (2001). Penelitiannya difokuskan pada masalah antropologi sosial di perbatasan Thailand dan Asia Tenggara, juga masalah politik identitas di Thailand Selatan.

Amich Alhumami lulus dari sarjana dalam bidang Filsafat dan Sosiologi Pendidikan dari IKIP Bandung (1989). Gelar master dalam bidang antropologi diperolehnya dari Universitas Indonesia (1994). Penulis bekerja sebagai peneliti di Research Institute for Culture and Development, Jakarta (1998–sekarang). Penulis juga merupakan salah seorang Staf  Perencanaan Biro Agama, Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (APKO), Bapenas, Jakarta.

Amri Marzali memperoleh gelar Sarjana Antropologi dari Universitas Indonesia, MA Anthropology dari The Australian National University serta Ph.D Anthropology dari Boston University. Ybs. adalah Dosen Antropologi, FISIP, Universitas Indonesia, Pasca Sarjana, Universitas Indonesia, dan aktif sebagai Peneliti Senior untuk The Toyota Foundation dan Lembaga Penelitian Universitas Indonesia. Kini ybs. menjabat sebagai Ketua Program Studi Antropologi, Program Pascasarjana, FISIP UI.

Andi Widjajanto adalah staf pengajar Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI yang menjadikan masalah keamanan dan konflik sebagai fokus kajiannya. Menyelesaikan pendidikan S-1 dalam bidang Hubungan Internasional dari HI FISIP-UI (1996) dan memperoleh gelar MSc in Theory and History of International Relations dari London School of Economics and Political Science (1998).

Andrea Katalin Molnar adalah associate professor di Departemen Antropologi, The Center for Southeast Asian Studies, Northern Illinois University, DeKalb, Illinois, USA. Pada tahun 1995, ia meraih gelar Ph.D. dari The Australian National University. Penelitiannya terfokus pada topik seputar kebudayaan Flores dan Timor Timur. Hasil karyanya antara lain: Grandchildren of the Ga’e Ancestors: Social organization and cosmology among the Hoga Sara of Flores. Leiden, The Netherlands: KITLV Press (2000), ‘Consideration of Consequences of Rapid Agricultural Modernization among Two Ngada Communities’, Antropologi Indonesia 22(56):47–58, dan ‘East Timor’s Problems with Internal Security Issues: An Anthropological Case Study of Atsabe Perceptions of and Reactions to Kolimau 2000’, akan diterbitkan dalam Anthropos edisi September 2004. Pada edisi ini, ia menjadi editor tamu untuk yang ke dua kalinya, setelah pada tahun 1998 melakukan hal yang sama untuk Antropologi Indonesia edisi khusus kebudayaan Flores.

Arlette Ottino adalah pengajar Kajian Indonesia di Department of Applied Languages, Faculty of Arts (Letter and Human Sciences), University of La Rochelle, France. Gelar doktor dalam bidang antropologi sosial diperolehnya dari The Australian National University pada tahun 1991. Ybs. menjadi dosen tamu di di Department of Sociology and Ethnology, University of Nicesophia Antipolis dan Technological Institute of Nicesophia Antipolis (1996) dan di Department of Anthropology, Research School of Pacific and Asian Studies, Australian National University, Canberra, Australia (Februari–Juni 2003). Hasil tulisannya mengenai Bali telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah di dunia. Salah satu karyanya mengenai Bali yang telah dibukukan berjudul The Universe Within: A Balinese Village Through its Ritual Practices (2000).

Asep Suryana adalah lulusan Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia yang kini bekerja sebagai Staf Peneliti Pusat Studi Jepang UI, dan mengasuh beberapa mata kuliah di Jurusan Sosiologi FISIP-UI.

A. Sonny Keraf  adalah Menteri Negara Lingkungan Hidup , dan pernah menjadi dosen maupun peneliti di Pusat Pengembangan Etika Universitas Atma Jaya. Ybs. mendapatkan gelar doktor dari Katholieke Universiteit Leuven Institute of Philosophy, Belgia pada tahun 1995. Saat ini ybs. menjabat sebagai anggota Dewan Maritim Indonesia.

Aurora Donzelly adalah kandidat Ph.D Antropologi di University of Milan, Italy. Minat penelitiannya di bidang antropologi linguistik, dengan fokus pada bahasa politik dan oratory. Ybs. pernah melakukan penelitian di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Saat ini ybs. sedang menulis disertasi Ph.D Minatnya pada antropologi berkembang dari latar belakang filosofi. Ybs. memperoleh gelar Sarjana bidang Filosofi dari University of Pavia.

Bachtiar Alam saat ini menjabat sebagai Direktur Eskekutif Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Dosen Tetap Program Studi Jepang, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia dan Dosen Tidak Tetap Jurusan Antropologi FISIP, dan Program Pascasarjana, Universitas Indonesia. Ybs. memperoleh gelar Sarjana Sastra Program Studi Jepang, dari Fakultas Sastra, Universitas  Indonesia pada tahun 1984, gelar MA dalam bidang Sosiologi dari universitas yang sama di tahun 1987, serta gelar MA lain dalam bidang kajian wilayah Asia-Timur dari Harvard University pada tahun 1989. Gelar Ph.D. dalam bidang Antropologi Sosial diraihnya dari Harvard University pada tahun 1995. Selain aktif menulis makalah dan mempresentasikannya dalam kegiatan ilmiah  tingkat internasional, beberapa tulisannya juga dipublikasikan di berbagai media cetak baik dalam maupun luar negeri. Civil Society’ dan Wacana Kebudayaan’ merupakan salah satu tulisan yang pernah dimuat dalam Kompas, edisi 28 Juni 1999. Sedangkan ‘Cultural and Religious Identities in Okinawa Today: A Case Study of the Seventh-day Adventist Proselytization in A Northern Okinawan Village’ dipublikasikan dalam Nippon 1(4), October 1996.

Barbara Watson Andaya adalah staf pengajar (professor) di Asian Studies Program, School of Hawai’ian, Asian and Pacific Studies, University of Hawai’i, Honolulu. Ia meraih gelar Sarjana dalam bidang sejarah dan sastra dari University of Sydney, M.A. dalam Sejarah Asia Tenggara dari University of Hawai’i (1968), dan Ph.d dalam bidang Sejarah dari Cornell University (1975). Sejak tahun 1994 ia melakukan penelitian tentang sejarah gender di Asia Tenggara dari abad kelimabelas sampai akhir abad kedelapanbelas, dan telah menulis sejumlah artikel di majalah/buku. Suatu kumpulan esei hasil karyanya yang berjudul Other Pasts: Women, Gender and History in Early Modern Southeast Asia diterbitkan pada tahun 2000.

Blair Palmer adalah kandidat doktor antropologi sosial di the Faculty of Arts, Australian National University. Pada tahun 1993, ia memperoleh gelar B.Sc. dari Simon Fraser University, dan di tahun 1997, gelar M.Sc. diraihnya dari McGill University. Selama kurun waktu dua tahun (2001–2003) ia telah melakukan penelitian di Buton, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Judul tesis Ph.D.nya adalah Migration, Social Change, and Memory in Indonesia: Butonese Migrants returning to Buton after the Ambon Riots of 1999–2001.

Birgit Bräuchler birgitbraeuchler@gmx.net, adalah kandidat doktor di Jurusan Antropologi Sosio-Kultural, Universitas Munich, Jerman. Penelitian akhir untuk menyelesaikan program doktornya berfokus pada peran internet dalam kerusuhan di Maluku, khususnya hubungan antaragama, identitas, konflik dan internet. Ia juga berminat pada teori-teori konflik agama dan etnik, fundamentalisme, Islam dan hak-hak azasi manusia. Gelar master diperolehnya pada tahun 1999 dari Universitas Munich, Jerman, dan juga dari Universitas Leiden, Belanda (dalam bidang Antropologi Sosio-Kultural, Ilmu Agama dan Ilmu Komunikasi Interkultural). Artikel lengkap mengenai penelitiannya berjudul ‘Cyberidentities at War: The Internet in the Moluccan Conflict’ diterbitkan oleh Cornell University dalam jurnal INDONESIA, edisi April 2003.

Catharina Purwani Williams baru saja menyelesaikan tesis doktoral di The Australian National University, Research School of Pacific and Asian Studies, di bidang Human Geography. Gelar Master di bidang ekonomi diperolehnya dari Universitas yang sama. Minat penelitiaannya terutama berhubungan dengan kajian gender, migrasi dan pembangunan, khususnya di Indonesia Timur.

Charles Coppel adalah principal fellow di Departemen Sejarah the University of Melbourne. Lebih dari tiga dekade, Ia telah mengkaji sejarah etnis Cina di Indonesia dari awal kedatangan hingga perkembangannya saat ini. Beberapa buku yang telah diterbitkannya, antara lain: Indonesian Chinese in Crisis (1983) dan Studying the Ethnic Chinese in Indonesia (2002).

Christoph Antweiler adalah professor dalam bidang antropologi budaya di University of Trier, Jerman. Dia memperoleh gelar doktor  pada tahun 1987 di Cologne  dengan fokus kajian pada ‘The cultural-selectionistic models of long-term social change’. Minat penelitian utamanya adalah Asia Tenggara. Ybs. telah mempublikasikan sejumlah karya bertema kognisi, perkotaan, evolusi sosial, pembangunan, dan pengetahuan lokal. Karya terbarunya adalah sebuah bibliografi beranotasi tentang antropologi budaya berjudul Ethnologie Lessen, Ein Fuhrer durch den  Bucherdschungel (Reading Anthropology. A Guide Through the Book Jungle, Munster: Lit Verlag, 2001).

Christopher R. Duncan adalah asisten profesor tamu dalam bidang antropologi, di Universitas Missouri, Columbia. Gelar Ph.D.nya diperoleh pada tahun 1998, dari Universitas Yale. Kegiatan risetnya terfokus pada kekerasan komunal dan pemindahan terpaksa di Maluku Utara, juga pemukiman kembali dan proses konversi menjadi Kristen di kalangan orang-orang Tobelo di Halmahera. Beberapa buah karyanya yang telah dipublikasikan antara lain Civilizing the Margins: Southeast Asian Government Policies for the Development of Minorities (Cornell University Press, 2004), dan ‘Untangling Conversion: Religious Change and Identity among the Forest Tobelo of Halmahera, Indonesia’, dalam Ethnology 42 (4):307-322 (2003).

Darmowiyoto, petani dan anggota LSM Tim PHT Lampung. Latar Belakang pendidikan SGB. Pernah mengajar di SD Terbanggi Besar. Ybs. Menjadi peserta SLPHT tahun 1996-1997 dengan komoditas padi, kedelai dan holtikultura (cabe). Ia menjadi panutan untuk petani-petani lain di wilayah sekitar dan dijuluki ‘Petani Profesor’ karena sering melakukan uji-coba/penelitian sendiri.

David Hakken, hakken@sunyit.edu, adalah antropolog kultural, dengan cyberspace sebagai lahan penelitiannya. Ia mempelajari bagaimana Automated Information Technologies (AIT) membentuk dan dibentuk secara simultan oleh kebudayaan manusia. Ia mendukung dan mengembangkan AIT yang memperluas, bukan merongrong, kemampuan manusia. Penelitiannya terdahulu berhubungan dengan AIT di Inggris, Skandinavia, dan Upstate New York. Kini ia melakukan studi perbandingan mengenai Open Computing dan Knowledge Networking (http://www.knowledgenet.org) di Nusantara dan Atlantik Utara. Ia mengajar antropologi dan studi informasi serta memimpin Policy Center di State University of New York Institute of Technology. Untuk mendukung US National Science Foundation, Social Science Research Council dan program Fulbright, ia bekerja pada/untuk Resource Center for Independent Living dan Oneida County Department of Social Services and United Way. Ia adalah mantan presiden Society for the Anthropology of Work serta Community of Anthropologists of Science, Technology, and Computing di American Anthropological Association (AAA). Ia juga penerima pertama penghargaan Textor Prize dalam Anticipatory Anthropology di AAA. Selain beberapa artikel populer dan akademis, ia telah menulis dua buku mengenai komputasi dan co-edited lainnya. Buku keduanya, The Knowledge Landscape of Cyberspace, diterbitkan Routledge Press tahun 2003.

Dedi Supriadi Adhuri saat ini sedang menempuh pendidikan strata tiga di Departemen Antropologi, Research School of Pacific and Asian Studies, the Australian National University sejak tahun 1995. Pendidikan strata duanya diselesaikan pada tahun 1995 juga dari the Australian National University. Dia meraih gelar sarjana dalam bidang antropologi dari Universitas Indonesia, pada tahun 1990. Penelitian yang pernah dilakukannya pada umumnya berkaitan dengan masalah-masalah pengelolaan sumberdaya laut, terutama di Maluku. Karya ilmiahnya telah diterbitkan dalam beberapa jurnal terbitan dalam dan luar negeri.

Edi Indrizal menyelesaikan pendidikan S1 Antropologi di Universitas Andalas Padang (1989) dan S2 Sosiologi Pedesaan di Institut Pertanian Bogor (1997). Bekerja sebagai Dosen (sejak tahun 1990) dan Direktur Program Badan Penelitian dan Penerapan Antropologi (mulai 1998) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas. Ia adalah salah seorang pendiri Lembaga Analisa Sosial dan Pembangunan (LASP), sebuah lembaga riset independen yang berkedudukan di Padang. Beberapa artikel yang ditulisnya telah diterbitkan dalam Jurnal ANALISIS CSIS Jakarta, Warta Studi Perempuan Jakarta dan pada sejumlah jurnal di Universitas Andalas maupun surat kabar di Sumatera Barat.

Edwin Jurriëns bergabung sebagai postdoctoral fellow dengan proyek penelitian media-media di Indonesia pada universitas Leiden. Ia menulis disertasi Ph.D nya dengan judul ‘Cultural Travel and Migrancy, The Artistic (Re) Presentation of Globalization in the Electronic Media of West Java’, yang akan diterbitkan oleh KITLV press. Saat ini ia sedang melakukan penelitian mengenai jurnalis radio di Indonesia sejak masa reformasi.

Eka Budianta menjabat Direktur Urusan Sosial pada PT Tirta Investama, holding company AQUA GROUP. Lulusan Leadership for Environment and Development (LEAD) dengan pelatihan di berbagai negara, termasuk Jepang dan Zimbabwe. Pernah menjadi dosen Fullbright pada Cornell University, Ithaca, New York; Senior Information Officer UNDP, dan Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan. Penghargaan yang diterimanya antara lain: Honorary Fellow in Writing dari University of Lowa (1987), Ashoka, Innovator for the Public (1986). Dikenal juga sebagai sastrawan dan aktivitas lingkungan, bukunya antara lain Moral Industri (1999), Eksekutif Bijak Lingkungan (1997), Mengembalikan Kepercayaan Rakyat (1993).

Elizabeth F. Collins adalah direktur program studi Asia Tenggara di Ohio University dan Associate Professor jurusan filosofi. Tulisan yang pernah dipublikasikan antara lain Pierced by Murugan’s Lance: Ritual, Power, and Moral Redemption Among Malaysian Hindus (1997). Saat ini ybs. baru saja melakukan penelitian tentang modal multinasional dalam ‘pembangunan’ Orde Baru  dan demokratisasi di Sumatera Selatan.

Elizabeth Morrell adalah dosen Jurusan Asian Studies di The Flinders University of South Australia, Adelaide, dan memperoleh gelar Ph.D. dari universitas yang sama pada tahun 1998. Minat studinya tertuju pada masalah perubahan sosial dan isu-isu tentang modernitas, khususnya di Sulawesi Selatan. Sejak tahun 1989 ia aktif melakukan penelitian di sana. Beberapa tulisannya telah dipublikasi dalam Sojourn, Journal of Sosial Issues in Southeast Asia.    

Eric C. Thompson, socect@nus.edu.sg, adalah assisten profesor di Departemen Sosiologi, National University of Singapore. Ia memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang Antropologi Sosial dari University of Washington, Seattle. Pada tahun 2000-2001, ia menerima postdoctoral fellowship di Pusat Kajian Asia Tenggara, University of California, Los Angeles. Fokus risetnya mencakup dampak sosial-budaya dalam permasalahan urbanisasi di pedesaan Malaysia, identitas sosial-budaya, serta perkembangan teknologi informasi dan jaringan akademis di Asia Tenggara.

Eriko Aoki adalah profesor di Departemen Sosiologi, Fakultas Sosiologi, Universitas Ryukoku, Jepang. Gelar Ph.D.nya diperoleh dari The Australian National University. Ia pernah melakukan penelitian yang luas, dan banyak menulis tentang wilayah Flores, Indonesia Timur. Proyek terakhir yang sedang dikerjakannya adalah studi antropologi tentang ‘kasih sayang dan kekerasan’.

Ezra M. Choesin adalah staf pengajar Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia dan Program Diploma III Pariwisata, Universitas Indonesia. Ybs. meraih gelar S1 dari universitas yang sama dan menyelesaikan S2 di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Minat perhatiannya tertuju pada antropologi kognitif dan kebudayaan & komunikasi.

Fariastuti memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang demografi dari The Australian National University (ANU), Canberra, Australia. Saat ini ia menjadi pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat. Fokus kajian penelitiannya ditujukan pada bidang ekonomi ketenagakerjaan dan kependudukan. Bukunya yang berjudul West Kalimantan and Sarawak Trade Relations telah diterbitkan oleh Institute of East Asian Studies pada tahun 2000.

Gabriele Weichart meraih gelar Ph.D. dari Universitas Vienna pada tahun 1997. Saat ini, selain bekerja di Universitas Heidelberg, Jerman, ia juga merupakan research fellow di Austrian Academy of Sciences. Penelitian mengenai orang Aborigin di Australia Tengah dilakukannya pada tahun 1991 hingga 1992, dan sejak tahun 2002 sampai 2003, ia melakukan penelitian di Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam penelitiannya, ia memiliki ketertarikan akan pertanyaan mengenai hubungan antara makanan, konsumsi, seni, gender, dan identitas. Beberapa artikel telah dihasilkannya, antara lain berjudul ‘Art –Culture – Tradition: Central Australian Aborigines and the Quest for Identity’, dalam FOLK (2000). Dalam waktu dekat akan diterbitkan The Hermannsburg Mission and the Landscape Vision dalam kumpulan paper dari the Strehlow Research Centre (Alice Springs).

Gerard A. Persoon memperoleh gelar Ph.D. dari Leiden University. Saat ini ia menjabat sebagai direktur Programme for Environment and Development di Leiden University. Lembaga ini telah lama bekerja sama dengan universitas-universitas di Filipina dan Kamerun dalam melakukan pendidikan dan penelitian mengenai isu-isu lingkungan serta alternatif pemecahannya. Fokus perhatiannya meliputi bidang manajemen kehutanan dan indigenous people dengan pendekatan ekologi sebagai sains multidisipliner. Penelitiannya dilakukan di kawasan Indonesia, Vietnam dan Filipina. Beberapa artikel ditulisnya di jurnal Fokaal seperti ‘The Study of The Future in Anthropology’ (vol. 36, 2000) dan ‘Co-management of Natural Resources in Asia: A Comparative Perspective’ (sedang dicetak). Disertasinya mengenai masyarakat penghuni hutan diperoleh dari Leiden University.

Goh Beng Lan  adalah asisten profesor pada program studi Asia Tenggara, di National University of Singapore. Ia memperoleh gelar Ph.D. dari Monash University, Melbourne, Australia. Minatnya tertuju pada bidang Antopologi Urban (Urban Anthropology). Ia adalah penulis buku Modern Dreams: An Inquiry into Power, Cultural Production, and the Cityscape in Contemporary Urban Penang, Malaysia yang terbit pada tahun 2002. 

Gregory Lawrence Acciaioli meraih gelar doktor dalam bidang antropologi dari The Australian National University pada tahun 1990. Saat ini ybs. adalah staf pengajar di Department of  Anthropology, University of Western Australia. Ybs. banyak melakukan penelitian di Indonesia, khususnya di  Sulawesi Selatan. Penelitiannya tentang rekonseptualisasi adat Lindu dan perjuangan hak-hak pemilikan tanah dilaksanakan di Palu dan Lindu pada tahun 1999. Karya ilmiahnya banyak diterbitkan dalam berbagai buku dan jurnal ilmiah internasional. Salah satu karya ilmiahnya yang diterbitkan dalam Jurnal Antropologi Indonesia tahun 1999 berjudul Bugis Entrepeneurialism and Resource Use: Structure and Practice.

Gunawan Tjahjono adalah Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia, mengajar mata kuliah Perancangan Arsitektur FTUI dan Arsitektur Etnik, serta Lingkungan daur Hidup di FTUI dan Program Studi Antropologi Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

H.A. Mattulada adalah seorang guru besar antropologi (Emeritus), di Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang. Penulis meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia, dengan disertasi yang berjudul: Dato, Satu Tulisan Analitis terhadap Antropologi Politik orang Bugis (1975). Beberapa jabatan penting pernah didudukinya, antara lain sebagai Dekan Fakultas Sastra UNHAS (1966–1976), Direktur Pusat Latihan Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial di Makassar (1977–1978), Guru Besar Tamu pada The Center of South-East Asian Studies, Kyoto University, Japan (1977–1978), Rektor Universitas Tadulako di Palu (1981–1990), dan Anggota MPR-RI (1987–1992). Hasil tulisannya yang telah dibukukan sebagian besar membahas tentang masyarakat Sulawesi Selatan, seperti Kebudayaan Bugis-Masyarakat (1974); Islam di Sulawesi Selatan (1976); Kepemimpinan dalam Masyarakat Masyarakat (1977); The Spread of The Buginese in South-East Asia (1978); Pre-Islamic in South Sulawesi (1982); Makassar dalam Sejarah (1980); serta Sejarah Masyarakat dan Kebudayaan Sulawesi Selatan (1999). Buku lain hasil karyanya yang bicara tentag lingkungan hidup, yaitu Lingkungan Hidup Manusia (1994) serta Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup (1997).

Hyung-Jun Kim adalah asisten profesor dalam antropologi di Kangwon National University, Korea Selatan. Ia memperoleh gelar Ph.D. dalam antropologi dari The Australian National University. Pada tahun 1992-1994 ia melakukan penelitian di Yogyakarta tentang perubahan-perubahan dalam bidang ekonomi pedesaan, perbedaan-perbedaan di antara penduduk pedesaan, kehidupan agama, hubungan-hubungan antara pemeluk agama Islam dan Kristen, serta pandangan hidup mereka. Ia menjadi co-editor (dengan M-S Oh) untuk buku Religion, Ethnicity and Modernity in Southeast Asia (1998). Beberapa tulisannya yang telah diterbitkan ialah: Unto You Your Religion and Unto Me Mine: Muslim-Christian relations in a Javanese Village (sojourn) dan ‘Changing Concept of Religious Freedom in Indonesia’, Journal of Southeast Asian Studies.

I Gde Pitana, seorang ahli desa adat Bali. Sejak tahun 1983 hingga sekarang, penulis telah aktif bekerja dan mempelajari organisasi-organisasi tradisional suku bangsa Bali, terutama desa adat dan subak. Hasil-hasil penelitiannya mengenai desa adat dan subak telah dipublikasikan dalam beberapa buku da jurnal serta dipresentasikan di berbagai seminar yang bertaraf nsional an internasional. Saat ini selain menjadi staf pengajar di fakultas Pertanian, Universitas udayana, Bali, penulis juga aktif di IECO Indonesia HIV/AIDS and STD Prevention and Care Project (AUSAID-Bali), Denpasar. Penulis lulus sarjana (S1) dari Departemen Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Denpasar pada tahun 1993. Gelar master dalam bidang Ekonomi Pertanian diperolehnya dari Ateneo de Manila University, Manila (1989). Pada tahun 1996, penulis meraih gelar Ph.d dalam bidang antropologi sosial dari The Australian national University, Australia.

Iwan Dzulvan Amir memperoleh gelar BA (Honors) Combined Anthropology/Sociology dari The Australian National University (ANU) pada tahun 1999. Tesisnya yang berjudul Trusting the Other: The Role of Norms in Cooperative Economic Behavior membandingkan dua sistem trust (kepercayaan) dalam dua ideologi yang berbeda, yaitu guanxi milik etnik Tionghoa, dan priyayi milik etnik Jawa. Saat ini ia sedang mengikuti program MPhil Anthropology (by research) di Department of Anthropology, Research School of Pacific and Asian Studies, the Australian National University. Kali ini penelitiannya memfokus pada identitas Muslim di masyarakat Aceh sepanjang sejarah.

Iwan Meulia Pirous memperoleh gelar Sarjana Antropologi dari Universitas Indonesia. Pernah mengikuti kuliah musim panas dengan materi Culture and Capitalism in the Late Modernity di Central European University, Budapest, Hongaria. Saat ini, ybs. aktif di Jurnal Antropologi Indonesia sebagai redaksi pelaksana dan  menjadi dosen luar biasa dalam beberapa mata kuliah wajib di Jurusan Antropologi, Universitas Indonesia.

Irwan Abdullah lulus S1 Antropologi dari UGM (1987) dan memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang Antropologi dari University of Amsterdam pada tahun 1994. Sekarang ini ybs. mengajar pada Jurusan Antropologi UGM dan program Pascasarjana UGM. Selain itu, ia menjabat sebagai Koordinator Divisi Penelitian Pusat Penelitian Kependudukan (PPK) UGM. Sekarang ini ybs. terlibat aktif dalam beberapa organisasi profesi, seperti Asosiasi Ilmu Sosial Kesehatan Indonesia (AISKI) sebagai ketua umum; Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Cabang Yogyakarta dan Jawa Tengah (Ketua), dan sebagai Sekjen Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Cabang Yogyakarta. Ybs. banyak menulis dalam bidang Gender Studies, seperti buku Dilema Wanita (1995), Sangkan Paran Gender (1996) dan Reproduksi Ketimpangan Gender  (2000). Minat lain terkait dengan bidang metodologi, Pembangunan Sosial, dan Perubahan Sosial.

Irwansyah Harahap adalah staf pengajar di Jurusan Etnomusikologi Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, menyelesaikan program S1 di bidang Etnomusikologi di Fakultas Sastra USU (1991), melanjutkan untuk program S2 di bidang yang sama di University of Washington, Seattle USA (1994). Ia tertarik pada kajian etnomusikologis, berkaitan dengan fenomena musik ritual, multikulturalisme, dan urban ethnomusicology.   

Jaap Timmer adalah staf pengajar pada Departemen Bahasa dan Budaya Asia Tenggara dan Oceania, Universitas Leiden, Belanda. Saat ini ybs. juga menjadi staf peneliti pada ‘project division’ ISIR Irian Jaya Studies.

Jacob William Ajawaila adalah tenaga pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura, juga menjabat sebagai Kepala Pusat Studi/Kajian Maluku Universitas Pattimura dan Kepala Pusat Studi/Kajian Maluku UNPATTI. Pengalaman penelitiannya antara lain tentang Kesehatan Nasional (1990), Kosmologi Orang Wemale (1997)di Seram Barat, Aktualisasi Nilai-nilai Tradisional bagi Generasi Muda (1997) serta Penelitian tentang Pola pemukiman suku Rana di Pulau Buru. Beberapa artikelnya telah dipublikasikan, antara lain Marriage Ritual of the Galela People, diterbitkan oleh KITLV, Leiden (1990) dan Exchange in the Death Ritual of the Galela People, juga diterbitkan oleh KITLV, Leiden (1991).

Jamilah M. Nuh adalah mahasiswa S2 dari program MAIA di Ohio University. Saat ini ybs. sedang  menyelesaikan tesisnya di program studi Asia Tenggara, Ohio University, dan pernah meneliti bersama Elizabeth Collins mengenai Demokrasi Akar Rumput di Sumatra Selatan, atas biaya The Ford Foundation (2000).

Jana C. Hertz adalah seorang peneliti dari School of International Service, American University, Washington, DC, USA. Bidang perhatiannya adalah hubungan antarbudaya dengan spesialisasi hubungan-hubungan ras internasional. Ia memperoleh gelar sarjana dari St. Olaf College, Northfield, Minnesota dan gelar master dari American University, Washington DC. Herts pernah menjadi dosen tamu di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, pada tahun 1998-2000. Ia telah tinggal dan melakukan penelitian di Indonesia sejak tahun 1996. Saat ini Herts sedang melakukan penelitian tentang persepsi pluralisme dan diskriminasi pada LSM di Indonesia. Penelitiannya tersebut didanai dengan grant penelitian Fulbright, yang dikelola oleh Lembaga Pertukaran Mahasiswa Indonesia-Amerika, dan fellowship Program Pendidikan Keamanan Nasional, yang dikelola oleh Institut Pendidikan Internasional.

Janatin Hastuti memperoleh gelar Sarjana Biologi dari Universitas Gadjah Mada di tahun 1997. Saat ini ybs. aktif mengajar di Fakultas Kedokteran pada lembaga pendidikan yang sama.

Jean Couteau memperoleh gelar master dalam bidang sosiologi dari Sorbonne University. Gelar doktor diperolehnya dari EHESS (cabang Sorbonne) dengan disertasi mengenai ikonografi gambar Bali. Kesenangannya menulis mengenai berbagai hal berkaitan dengan kesenian, pariwisata, dan berbagai masalah sosial budaya telah dirintisnya sejak mahasiswa. Karena cukup lama tinggal di Indonesia—kurang lebih 17 tahun—beberapa tulisannya diterbitkan di berbagai media cetak di Indonesia (GATRA, Jakarta Post, Gamma, Bali Post, Nusra), selain media-media cetak lainnya di dunia (Archipel, Archipelago, Poleng, Bali Echo, Nouvel Observateur, dan Grand Reportages). Beberapa buku yang ditulis dan disuntingnya antara lain Autrement; Bali di Persimpangan Jalan (penyunting); Wianta; Made Wianta, Art and Power; Bali Today; Rantau dan Renungan (penyunting); Les Calendriers Tika de Bali; dan Museum Puri Lukisan. Bukunya yang terbit tahun ini berjudul Bali Today I and II (KPG).

Jean-Marc de Grave memperoleh gelar Master dari Inalco Paris dan pada tahun 1987 tinggal di kawasan Asia Tenggara (Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia, pernah menetap di Yogyakarta selama satu tahun (1995), dan kembali lagi ke Indonesia sejak Desember 1997 hingga Oktober 1999. Gelar Ph.D. dalam bidang Etnologi dan Antropologi Sosial diperolehnya pada tahun 1997.

J.E Lokollo adalah staf pengajar di Fakultas Hukum, Universitas Pettimura, Ambon yang menangani Pusat  Rujuk sosial, Pemerintah Daerah Tingkat I, Maluku.

J. Kristiadi adalah direktur eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta. Ybs. meraih gelar S1 dan S3-nya dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1995. Saat ini ia mengajar di Universitas Atma Jaya (Yogyakarta). Minat perhatiannya tertuju pada bidang politik dan pertahanan. Publikasinya yang terbaru dimuat dalam kumpulan karangan berjudul Indonesia the Challange of Change, yang diterbitkan oleh ISEAS, Singapura tahun 1999. Selain itu, ybs. aktif menulis di sejumlah jurnal ilmiah terbitan CSIS.

J.Th.F. Pattiselanno adalah Pembina Utama Madya dan pengajar senior dalam bidang literatur Inggris dan Ilmu Budaya Dasar di Universitas Pattimura, Ambon. Penulis sempat mengenyam pendidikan di IKIP Malang, Victoria University (New Zealand) dan The East-West Center (Honolulu, Hawaii, U.S.A). Penulis telah beberapa kali mengikuti penelitian-penelitian dan seminar-seminar di tingkat daerah, nasional, maupun Internasional.

John M. MacDougall adalah kandidat doktor antropologi di Princeton University. Ybs. pernah melakukan penelitian mengenai religi masyarakat Bali dan politik antarkelompok masyarakat di Lombok dalam sepuluh tahun terakhir. Saat ini ybs. sedang dalam proses menyelesaikan disertasinya berjudul ‘Modernisasi dan Konversi Religius’ berdasarkan hasil penelitiannya selama kurang lebih dua tahun (1998–2000) di Desa Boda Sasak, Lombok bagian Utara, Nusa Tenggara Barat.

Kartini Sjahrir menempuh pendidikan SI di Universitas Indonesia, meraih Master dan Ph.D. antropologi di Boston University. Pernah menjadi Peneliti di CPIS (Center for Policy and Implementation Studies). Saat ini masih aktif sebagi dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Artikel yang pernah dipublikasikan antara lain adalah Asosisasi Klan Orang Batak Toba di Jakarta (1983), Kesatuan Bangsa dan Pluralisme Etnis (1983). Kini menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Antropologi Indonesia.

Kathryn Robinson saat ini menjabat sebagai Ketua dari Department of Anthropology, Research School of Pacific and Asian Studies, The Australian National University. Ia telah melakukan penelitian di Indonesia, terutama di Sulawesi Selatan sejak tahun 1975. Telah terbit sejumlah bukunya tentang Antropologi Sulawesi, termasuk studi tentang dampak sosial dari proyek Nikel Soroako (Stepchildren of Progress: The Political Economy of Development in an Indonesian Mining Town); dan sejumlah buku yang disunting bersama dengan Mukhlis Paeni (yang terbaru berjudul: Living Through Histories: Culture, History anmd Social Life in South Sulawesi).  Penelitian yang dilakukannya saat ini mencakup masalah jender dan demokrasi di Indonesia, arsitektur tradisional di Sulawesi, dan migrasi pekerja internasional.

Koeshardjono saat ini aktif di Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada sebagai staf peneliti dan pengajar. Ybs. menyelesaikan pendidikan Sarjana Muda Biologi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1980 dan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi dari Universitas Terbuka di tahun 1994. Minatnya tertuju pada bidang bioantropologi dan paleoantropologi. Beberapa tulisan dan karangan ilmiahnya telah dipublikasikan.

Kusnaka Adimihardja adalah Guru Besar Antropologi Sosial pada Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Tenaga Pengajar Senior pada Pascasarjana UNPAD dan ITB serta dosen non-organik di SESKOAD, SESKO-TNI dan SESPINPOL. Saat  ini Ia  juga menjabat sebagai Kepala UPT Indonesian Reseorce Centre for Indigenous Knowledge-INRIK UNPAD.

Lany Probojo mendapatkan MA untuk Sosiologi dari Universitas Hamburg, Jerman, kemudian melakukan penelitian selama sebelas bulan di Maluku Utara/Tidore untuk tesis pasca sarjana jurusan Antropologi Sosial dari Universitas Bielefeld, Jerman. Sejak tahun 1994, dalam rangka kerjasama antara Fakultas Sosiologi Pembangunan dan Fakultas Linguistik di Universitas Bielefeld, ybs. memberikan latihan Bahasa Indonesia dan Cultural Issues untuk mahasiswa-mahasiswa dan pengajar-pengajar Jerman yang akan meneliti dan mengajar di Indonesia. Ybs. juga merupakan freelance tutor untuk berbagai badan-badan swa-sembada Indonesia-Jerman, dan aktif menulis tentang local Islam yang diterbitkan di Eropa. Perhatian utamanya dipusatkan pada pengertian pengembangan masalah etnisitas, lokalitas dan integrasi, terutama di             Indonesia.

Leonard Y. Andaya memperoleh gelar MA dan Ph.D. dalam bidang Sejarah Asia Tenggara dari Cornell University. Sejak ditetapkan sebagai profesor sejarah pada tahun 1993, ia menjadi pengajar di The University of Malaya, The Australian National University, The University of Auckland, dan The University of Hawai’i. Hasil karyanya yang telah diterbitkan antara lain The Heritage of Arung Palakka:  A History of South Sulawesi in the 17th Century (The Hague: Martinus Nijhoff 1982), The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period (Honolulu: University of Hawaii Press 1993) dan edisi kedua A History of Malaysia yang terbit pada tahun 2000. Saat ini ia sedang mengerjakan buku berjudul The Process of Ethnic Formation in the Straits of Melaka in the Early Modern Period.

Leo Suryadinata adalah profesor ilmu politik the National University of Singapore. Ia telah menerbitkan banyak tulisan tentang politik di Indonesia dan etnis Cina di Asia Tenggara. Buku-buku terbaru yang diterbitkannya mencakup: Interpreting Indonesian Politics (Singapore: Times Academic Press 1998); Chinese and Nation-Building in Southeast Asia (Singapore: Singapore Society of Asian Studies 1999). Ybs. Juga menjadi penyunting buku Nationalism and Globalization: East and West (Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, 2000); dan Elections and Politics in Indonesia (Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, 2001).

Leontine Visser adalah associate professor antropologi di University of Amsterdam. Ybs. meraih gelar Ph.D.nya dari Universitas Leiden pada tahun 1984 dari studi tentang aspek sosial, kultural dan ekologi perladangan berpindah di kawasan Halmahera, Maluku Utara. Sejak 1979, ybs.  menekuni kajian pembangunan pedesaan, manajemen sumberdaya alam dan hak tanah di kawasan Indonesia timur yang ditulisnya dalam sejumlah artikel. Salah satu artikelnya berjudul ‘The Social Exchange of Land, Cloth, and Development in Irian Jaya’, dimuat dalam buku Property rights and Economic Development: Land and Natural Resources in Southeast Asia and Oceania (penyunting Franz von Benda-Beckmann,1999).

Lorraine Aragon adalah Visiting Associate Professor di East Carolina University (Greenville), North Carolina, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar doktor dalam bidang Antropologi Sosiokultural dari University of Illinois, Amerika Serikat. Minat utamanya tertuju pada masalah-masalah sejarah pembentukan bangsa, institusi religi, kesenian daerah, antropologi linguistik dan peran jender. Perhatiannya terfokus pada daerah Sulawesi Tengah. Buku yang telah dihasilkannya antara lain Fields of the Lord: Animism, Christian Minorities, and State Development in Indonesia dan Structuralism’s Transformations: Order and Revisions in Indonesian and Malaysian Society.

Lyn Parker adalah seorang ahli antropologi yang menjadi pengajar senior di University of Western Australia, Perth. Spesialisasinya mengenai Kajian Wanita, serta Kajian Asia dan Indonesia. Pengalaman penelitiannya di Indonesia, khususnya di Bali telah berlangsung lebih dari dua puluh tahun. Pusat perhatian penelitiannya berkaitan dengan isu-isu seputar hubungan gender di Indonesia khususnya dan Asia pada umumnya, antropologi wanita dan negara-kebangsaan, serta pendidikan dan kesehatan. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam beberapa jurnal ilmiah, di antaranya dalam Journal of the Royal Anthropological Institute (Formerly Man) dan Women’s Studies International Forum and Asian Studies Review. Bukunya yang baru saja di publikasikan berjudul From Subjects to Citizens: A Balinese Village Within the Indonesian Nation-State (Routledge Curzon/NIAS).

Mahsun adalah staf pengajar FKIP Universitas Mataram, dan Dosen tamu pada Program Magister (S2) Linguistik Univ. Udayana, Denpasar sejak 1996. Ia memperoleh gelar master dan doktor dalam bidang linguistik dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selain aktif dalam kegiatan-kegiatan penelitian, pelatihan dan seminar, ia juga aktif menulis. Tulisan ilmiahnya antara lain ‘Rekonstruksi Bahasa Purba dalam Kajian Dialektologi Diakronis’, dipublikasikan dalam ORIZA Vol. II No. 6, Juli 1996, dan ‘Pembentukan Sistem Tingkat Tutur dalam Bahasa Sasak dan Kaitannya dengan Cara Pandang Masyarakat Penuturnya’, merupakan makalah yang disajikan pada Kongres Linguistik Nasional IX di Jakarta, 28-31 Juli 1999.

Maidi, petani pemandu dari LSM Tim PHT Lampung sejak 1995-sekarang.Latar belakang pendidikan SPG, menjadi peserta SLPHT tahun 1994-1995, dengan komoditas padi dan palawija (kedelai). Saat ini menjadi koordinator petani pemandu di Tim PHT Lampung untuk wilayah Kecamatan Terbanggi Besar, Bandar Jaya, Lampung Tengah. Pelopor pendiri koperasi desa Karang Endah ini aktif sebagai Fasilitator Desa untuk program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Pengentasan Kemiskinan (TASKIN)

Maribeth Erb adalah pengajar di National University of Singapore sejak tahun 1989. Ia melakukan penelitian di Manggarai, Flores pada tahun 1983-1986 untuk meraih gelar doktor dalam antropologi yang diraihnya tahun 1987 dari The State University of New York at Stony Brook. Ia tetap melanjutkan penelitiannya di Manggarai, bahkan melibatkan diri dalam proyek rekonstruksi rumah adat tempat klen utama di sana. Seiring dengan naiknya jumlah wisatawan yang datang ke Manggarai, Ia berencana untuk melakukan sebuah penelitian tentang dampak dari pariwisata pada tahun-tahun mendatang.

Mauly Purba memperoleh gelar S1 dalam bidang etnomusikologi dari Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara, Medan. Gelar Master diperolehnya dari Wesleyan University, Connecticut, USA, dan gelar Doktor dari Monash University, Melbourne, Australia, keduanya dalam bidang etnomusikologi. Saat ini menjabat sebagai ketua Jurusan Etnomusikologi USU dan aktif sebagai dosen tetap di jurusan yang sama, serta menjabat sebagai Pembantu Dekan I dan staf pengajar di Fakultas Kesenian, Universitas HKBP Nommensen, Medan.

M. Christine Boulan-Smit memperoleh gelar Ph.D. dari The Australian National University. Saat ini ia bekerja sebagai konsultan antropologi, juga aktif sebagai Visiting Fellow Resource Management pada Asia Pacific Project Research School of Pacific Studies, The Australian National University. Minat kajiannya tertuju pada bidang antropologi terapan, juga perubahan sosial yang terjadi pada komunitas-komunitas di sekitar proyek-proyek industri besar.

Mely G. Tan adalah kepala Lembaga Penelitian Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta dan dosen pasca sarjana, Institut Ilmu Kepolisian POLRI, Jakarta. Fokus kajian dan penelitiannya tertuju pada pembangunan dan jender, khususnya kesehatan dan pemberdayaan wanita; pengembangan masyarakat dan hubungan antarkelompok; masalah etnis Cina di Indonesia dan di negara-negara Asia lainnya. Dia menjadi anggota pada sejumlah perkumpulan dan yayasan di Indonesia. Buku-buku hasil karyanya mencakup banyak bidang, di antaranya: Etnis Cina di Indonesia, pembangunan dan kesetaraan, serta aborsi dan proses penuaan (ageing).

Merlyna Lim, merlyn@bdg.centrin.net.id, yang memperoleh gelar insiyur dalam bidang arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB), adalah kandidat doktor bidang Studi Teknologi dan Masyarakat di University of Twente, Enschede – Belanda. Ia juga merupakan staf peneliti Social Construction of Technology (SCoT) Research Group yang berbasis di Bandung, Indonesia. Penelitian doktoralnya meliputi ekplorasi dimensi sosial dan politik dari teknologi Internet di Indonesia, dengan berfokus pada hubungan antara Internet, politik identitas dan demokratisasi.

M. Junus Melalatoa adalah guru besar luar biasa di Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, memperoleh gelar Sarjana dan Doktor dari universitas yang sama. Buah karya terbarunya berupa ‘Ensiklopedia Sukubangsa di Indonesia’. Ybs. mempunyai ketertarikan yang besar akan kesenian di Indonesia, khususnya Didong, kesenian tradisional milik masyarakat Gayo.

Minako Sakai adalah Ketua Program Bahasa dan Kebudayaan Indonesia, The University of New South Wales, Australia, dan menjadi dosen tetap di School of Language, Literature and Communication, The University of New South Wales, The Australian Defence Force Academy Canberra, Australia. Ia memperoleh gelar Ph.D. dari The Australian National University. Minatnya tertuju pada masalah otonomi daerah dan dampaknya terhadap masyarakat lokal, masalah ritual dan religi, serta masalah etnisitas. ‘Beyond Jakarta: Regional Autonomy and Local Societies in Indonesia’ dan ‘The Nut Cannot Forget its Shell’ adalah judul buku hasil karyanya yang telah dipublikasi.

Myrna Eindhoven saat ini sedang menyelesaikan penelitian Ph.D mengenai ‘Media, Kontrol Negara, dan Proses Pembentukan Identitas pada Masyarakat Adat di Indonesia—Masyarakat Mentawai, Sumatra Barat, Indonesia’. Penelitian yang pernah dilakukannya antara lain: Trans-national Society, Media and Citizenship. The Capacity of the State to Control Information and Communication: The Gulf Area and Indonesia yang disponsori oleh WOTRO, the Netherlands Foundation for the Advancement of Tropical Research.

Neni Lusiana Rahmawati adalah dosen Fakultas Kedokteran, Fakultas Biologi dan Jurusan Antropologi Fakultas Pasca Sarjana di Universitas Gadjah Mada, serta aktif mengajar di Fakultas MIPA-Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta. Ybs. memperoleh gelar Sarjana Biologi pada tahun 1987 dari Universitas Gadjah Mada dan Magister Kesehatan dari Universitas yang sama.

Nicola Frost adalah kandidat doktor dalam bidang antropologi, di Goldsmiths College, Universitas London. Tesisnya membahas tentang aktivitas dan organisasi komunitas Indonesia di Sydney, Australia, dengan pengkhususan bahasan para ekspatriat yang berasal dari Maluku. Penelitian lainnya adalah tentang politik komunitas dan aktivitas lingkungan di Tanimbar, Maluku Tenggara, juga budaya politik Indonesia di dalam dan luar negeri. Ia menulis artikel ‘The Environment at the Periphery: Conflicting Discourses on the Forest in Tanimbar, Eastern Indonesia’, dalam Ethnographies of Conservation: Environmentalism and the Distribution of Privilege yang disunting oleh David G. Anderson dan Eeva Berglund (Oxford: Berghahn); bersama Rachel Wrangham, ia mempublikasikan buku 2003 Indonesia Country Profile (Oxford: Oxfam GB).

Nico S. Kalangie adalah Guru Besar Madya padaJurusan Antropologi FISIP Universitas Indonesia, juga menjadi pengajar Pasca Sarjana Antropologi di Universitas yang sama. Meraih MA  tahun 1975 dan Ph.D.  tahun 1980 di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Pidato pengukuhan Guru besar di UI berjudul Pelayanan Kesehatan primer. Bukunya yang telah terbit adalah Kebudayaan dan Kesehatan (1995). Kini Ybs. Sedang melaksanakan penelitian mengenai Pelayanan Kesehatan Primer, Kebudayaan Korporat, dan Kebudayaan Orang Kristen.

Nils Bubandt memperoleh gelar Ph.D. dari The Australian National University pada tahun 1995. Ia adalah pengajar senior di Departemen Antropologi dan Etnografi, Universitas Aarhus, Denmark. Sejak tahun 1991 ia telah dan secara berkala melakukan penelitian di wilayah Maluku Utara. Penelitiannya berkisar pada topik-topik: hubungan antara magi, ontologi dan modernitas; pengelolaan sumber daya alam; globalisasi dan politik tradisi; milenarianisme dan konversi keagamaan. Berbagai publikasinya antara lain: Imagining Nature. Practices of Cosmology and Identity (sebagai penyunting bersama dengan A. Roepstorff dan K. Kull), Aarhus: Aarhus University Press (2003), ‘Conspiracy Theories, Apocalyptic Narratives and the Discursive Construction of "the Violence in Maluku"’, dalam Antropologi Indonesia 63(24):15-31 (2000), ‘Imagined Globalities. Fetishism of the Global and the End of the World in Indonesia’ dalam FOLK 40:99–122 (1998), dan ‘The Odour of Things: Smell and the Cultural Elaboration of Disgust in Eastern Indonesia’, dalam Ethnos 63(1):48-80 (1998).

Ninuk Kleden-Probonegoro adalah staf peneliti pada Pusat Penelitian Masyarakat dan Kebudayaan di Lembaga Ilmu Pengetahuan (PPMB LIPI) dan dosen luar biasa pada Jurusan Antropologi Universitas Indonesia. Ybs. menaruh minat pada seni pertunjukan tradisional, khususnya teater, dan metodelogi penelitian. Selain berbagai artikel tentang teater tradisional yang  telah diseminarkan dan diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah, bukunya berjudul Teater Lenong Betawi: Studi Perbandingan Diakronik,  telah diterbitkan tahun 1997. Tulisan tentang metodologi antara lain ‘Seni Memahami sebagai Metode Humaniora’, ‘Hermeneutik: Sebuah Metode Filsafat?’, ‘Pengalihan Wacana: Lisan ke Tulisan dan Teks’ dalam Metodologi Kajian Tradisi Lisan.

Novita Dewi adalah staf pengajar Universitas Sanata Darma, Yogyakarta, tempat ia menyelesaikan studi non gelar di bidang Pendidikan Bahasa (1986). Ybs. memperoleh gelar M.S di bidang American Studies dari UGM (1990) dan M.A di bidang English Literature dari University of New South Wales (1998). Ybs. saat ini sedang menyelesaikan tesis doktor di the Southeast Asian Studies Programme, The National University of Singapore.

Nurhayat Arif Permana memperoleh gelar sarjana dalam bidang hukum dari Universitas Sriwijaya, Palembang. Saat ini ia bekerja sebagai redaktur daerah di Harian Umum Bangka Post. Minatnya tertuju pada bidang jurnalistik, hukum, sastra dan budaya. ‘Buku Pintar Kesustraan’ (2001) dan  ‘Lagu Putih Pulau Lada’ (2000) adalah hasil karyanya yang telah dipublikasikan.

Nuria W. Soeharto, nuria@dnet.net.id, menyelesaikan program master dari Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, pada tahun 2002. Ketertarikannya pada film dan cyberspace membawa ia ke konferensi "Art+Communication 4 Intercultural Jamming" di Riga-Latvia (2000) serta pembuatan online film yang merupakan kerjasama 7 (tujuh) negara dengan DA2 Art Council Inggris dan Network Interface for Cultural Exchange (NICE) Eropa Timur (2001). Ia sempat diundang oleh Graduate Association for Visual Anthropology (GAVA) yang berpusat di Temple University – Philadelphia, Amerika, untuk mempresentasikan makalah tentang Internet dan politik di Indonesia, pada konferensi American Anthropological Association di Washington DC (2001). Minat penelitiannya berfokus pada pemahaman konteks non-verbal di dunia maya.

Pamela Allen adalah dosen senior di School of Asian Languages and Studies, University of Tasmania. Fokus penelitiannya tertuju pada kesusteraan Indonesia kontemporer. Dia telah mempresentasikan makalahnya baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris mengenai kesusteraan etnis Cina-Indonesia pada berbagai konferensi di Indonesia, Australia, dan Selandia Baru. Dia juga menjadi co-editor pada edisi khusus jurnal Asian Ethnicity—terbit bulan Oktober 2003—yang fokus kajiannya membahas tentang identitas etnis Cina-Indonesia sejak kejatuhan rezim Suharto. Kontribusinya pada buku History of Translation in Indonesia and Malaya yang disunting Henri Chambert-Loir, akan diterbitkan dalam terjemahan bahasa Indonesia mendatang. Karya ini berhubungan dengan Wilson Tjandinegara, seorang penerjemah dan penyair Cina-Indonesia.

Parsudi Suparlan adalah guru besar di Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Program Studi Antropologi Program Pascasarjana, FISIP Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang antropologi dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Berbagai tulisan ilmiahnya dipublikasikan di sejumlah buku maupun jurnal, dalam dan luar negeri. Salah satu karya etnografinya yang telah dibukukan adalah Orang Sakai di Riau: Masyarakat Terasing dalam Masyarakat Indonesia (1995).

Patrick Guinness menyelesaikan studi MA dalam Antropologi di Sydney University dan memperoleh gelar Ph.D dari the Australian National University. Ia pernah mengajar di Jurusan Antropologi, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia pada tahun 1970-71, dan kembali ke Indonesia untuk bekerja di Lembaga Kependudukan Universitas Gadjah Mada pada tahun 1975-80. Penelitian doktoralnya tentang sebuah kampung di Yogyakarta dilaksanakan pada tahun 1979-80, dan telah dipublikasikan dalam buku: Harmony and Hierarchy in a Javanese Kampung (1986). Selama tahun 1980 ia mengajar tentang metodologi di Universitas Airlangga, kemudian bekerja dalam suatu proyek pembangunan di Tanzania dan sebagai staf dari AusAID (Australian Agency for International Development). Sementara menjadi research fellow di the Australian National University, ia melakukan penelitian di Malaysia tentang dampak dari zona industri di Johor yang dipublikasikan dalam On the Margin of Capitalism (1992). Dr. Guinness pernah mengajar di La Trobe University dan kini menjadi Pengajar Senior dalam Antropologi di the Australian National University.

Penelope Graham memperoleh gelar Mphil dari University of Oxford, serta M.A. dan Ph.D dari The Australian National University (ANU). Ybs. Menempati posisi sebagai Postdoctoral fellowship di Research School of Pacific and Asian Studies, the Australian National University sebelum bergabung dengan Monash University di Melbourne pada tahun 1996. Selama tahun 1998-99 ia bekerja AusAID dan The World Bank dalam  upaya peanggulangan akibat kekeringan El Nino di Nusaa Tenggara Timur. Pada tahun 1986-88 ia melaksanakan penelitian antropologi di Flores Timur yang didanai oleh The Australian National University dalam kerjasamanya dengan LIPI dan Universitas nusa Cendana, kupang. Minat penelitiannya tertuju pada: aspek simbolik dan sistem-sistem sosial di Flores Timur; isu-isu jender, identitas dan transnasional dalam migrasi tenaga kerja/buruh di Asia. Publikasinya mencakup sebuah monografi tentang Iban Shamanisme dan sejumlah artikel tentang Flores Timur.

Peter Verhezen adalah salah seorang konsultan di Cimad Management Consultants Ltd. Bidang keahliannya adalah financial, investment; dan web based business solutions. Ia juga memiliki minat dalam bidang filsafat sosial politik (sociopolitical philosophy) dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Saat ini Verhezen merupakan kandidat doktor filosofi di Catholic University of Louvain, Belgia.

Philipus Tule, SVD adalah kandidat doktor di Department of Anthropology, RSPAS, The Australia National University. Gelar master diperolehnya dari Pontifical Institute of Arabic and Islamic Studies, Roma, Italia. Tahun 1997 penulis melakukan penelitian intensif di Keo, khususnya sepanjang  pantai selatan Flores Tengah mengenai hubungan, kerjasama dan keikutsertaan warga muslim lokal dalam kaitannya dengan hubungan antar umat beragama. Buku yang pernah disuntingnya (co-editor) adalah Dialog antara Agama dan Budaya (1992), Agama-Agama Kerabat dalam Semesta (1994), dan Para Perempuan Sekitar Yesus (2000).

Philip Winn adalah seorang peneliti dan kandidat Ph.D. di Department of Anthropology, Research School of Pacific and Asian Studies, The Australian National University. Sejak tahun 1995, ybs. menyiapkan dan menyelesaikan tesis Ph.D.-nya yang didasarkan pada penelitian selama lebih dari 20 bulan di Kepulauan Banda, Maluku Tengah pada tahun 1996-97.

Reed L. Wadley adalah asisten profesor Antropologi di University of Missouri-Columbia, USA, peneliti di International Institute for Asian Studies (Netherlands), dan anggota Center for International Forestry Research (Indonesia). Fokus kajian bagi penelitiannya tentang Dayak Iban meliputi migrasi pekerja (labour migration), sejarah kolonial (colonial History), dan antropologi ekonomi (economic anthropology). Tulisannya yang telah dipublikasikan antara lain ‘Trouble on the Frontier: Dutch-Brooke Relations and Iban Rebellion in the West Borneo Borderlands (1841–1886)’, dalam Modern Asian Studies (2001) 35:623–644; dan Warfare, Pacification, and Environment: Population Dynamics in the West Borneo Borderlands (1823–1934)’, dalam Moussons: Social Science Research on Southeast Asia (2000) 1:41–66.

Riwanto Tirtosudarmo memperoleh gelar MA (1984) dan PhD (1990) di bidang demografi-sosial di Research School of Social Sciences, The Australian National University (ANU). Saat ini ia bekerja sebagai peneliti senior di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PMB-LIPI). Minat kajiannya terfokus pada masalah mobilitas penduduk (migrasi), dan kajian-kajian rintisan di bidang demografi-politik. Buku yang sedang diselesaikannya saat ini adalah From Colonization to Nation State: The Political Demography of Indonesia. Pada tahun 1996 bukunya yang berjudul Demografi Politik Pembangunan di Indonesia: Dari Riau sampai Timor Timur telah diterbitkan oleh penerbit Sinar Harapan.

R. H. Barnes adalah profesor antropologi sosial di Universitas Oxford. Gelar B.A. diraihnya pada tahun 1966 dari Reed College, Portland Oregon, sedangkan gelar B.Litt. dan D.Phil dalam bidang antropologi sosial diperoleh dari Universitas Oxford masing-masing pada tahun 1969 dan 1972. Antara tahun 1969 sampai 2003, ia memfokuskan risetnya di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. Beberapa publikasinya antara lain Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera (Oxford: Clarendon Press, 1996) dan ’Fransiskus/Usman Buang Duran: Catholic, Muslim, Communist’, dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 159(1):1–29 (2003).

Robert Siburian memperoleh gelar sarjana dalam bidang Ilmu dan Studi Pembangunan dari Universitas Jember pada tahun 1994. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan strata dua Program Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Penelitian yang pernah dilakukan antara lain berkaitan dengan masalah etos kerja dan kewirausahaan pengusaha industri kecil, terutama industri pertenunan. Ia juga pernah melakukan penelitian di daerah perbatasan Kalimantan, Serawak dan Sabah. Beberapa karya ilmiahnya telah diterbitkan dalam beberapa jurnal terbitan dalam dan luar negeri.

Roxana Waterson memperoleh gelar doktor dalam bidang Antropologi Sosial dari University of Cambridge, Inggris. Penelitian tentang Sa’ dan orang Toraja di Sulawesi Selatan telah dilakukannya sejak tahun 1978. Saat ini ia tertarik akan etnohistoris, tata ruang dan ingatan sosial (social memory). Ia adalah dosen Sosiologi di National University of Singapore sejak tahun 1987 dan saat ini menjadi associate professor di universitas yang sama.

Rusyad Adi Suriyanto memperoleh gelar Sarjana Antropologi dari Universitas Airlangga. Saat ini ybs. sedang menyelesaikan program S2 antropologi dengan minat utama Paleoantropologi di Universitas Gadjah Mada, dan aktif sebagai staf pengajar di Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi, Fakultas Kedokteran, pada universitas yang sama. Hasil penelitiannya antara lain ‘Kemiskinan Nelayan di Kejawen Tambak Surabaya’ (1991), ‘Fenomena Pereks di Suabaya’ (1992), dan Allometri Ontogentik Remaja’ (1993).

S. Boedhisantoso adalah Guru besar Jurusan Antropologi FISIP-UI dan pada program Pasca Sarjana Kepolisian, PTIK Jakarta. Pernah menjabat sebagai Direktur Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Ditjenbud, staf ahli Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Ketua Jurusan Antropologi FISIP-UI. Memperoleh gelar sarjana dan doktoral dalam bidang antropologi di Universitas Indonesia. Ybs. mendapatkan gelar master dari Monash University, Australia.

Sulistyowati Irianto mengajar pada Fakultas Hukum UI, Program Studi Kajian Wanita dan Program Studi Antropologi, keduanya pada Program Pasca Sarjana UI. Mengambil spesialisasi antropologi hukum pada tahun 1987 sampai dengan 1989 pada sandwich program Universitas Leiden dan Universitas Indonesia. Studi yang diminati adalah masalah Pluralisme hukum dan masalah perempuan dan hukum.

Syarif Ibrahim Alqadrie adalah guru besar Sosiologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Tanjung pura (UNTAN), Pontianak, Kalimantan Barat. Sejak tahun 1995-1998, penulis menjabat sebagai Dekan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjung Pura. Kariernya sebagai pengajar diawali dengan menjadi Guru SD Islamiyah, Kampung Bangka (1996-1968), Guru SMEPN Pontianak (1968-1974), Guru SMEA Negeri I Pontianak (1972-1974), menjadi Asisten Dosen FISIPOL UNTAN (1969-19974) dan kemudian menjadi Dosen tetap FISIPOL UNTAN sejak tahun 1975 sampai sekarang. Gelar Sarjana (S1) dalam bidang ilmu administrasi negara (public administration) diperolehnya dari University of Kentucky, Lexington, AS. Penulis sempat mengikuti dan menyelesaikan Kursus Singkat Angkatan VII/1998 Lembaga Ketahanan Nasional (KSAVII/1998 LEMHANNAS).

Syed Farid Alatas adalah Profesor Madya di Jurusan Sosiologi, Fakultas Sastera dan Ilmu-ilmu Kemasyarakatan, Universitas Nasional Singapura. Ia menyelesaikan pendidikan S1 dalam bidang ekonomi di Universitas Oregon pada tahun 1983, S2 dan S3 dalam bidang sosiologi di The Johns Hopkins University pada tahun 1991. Bukunya yang bertajuk Democracy and Authoritarianism: The Rise of the Post-Colonial State in Indonesia and Malaysia telah diterbitkan oleh Macmillan pada tahun 1997. Saat ini Ia sedang menulis sebuah buku tentang falsafah dan sosiologi ilmu-ilmu kemasyarakatan.

Tapi Omas Ihromi adalah Guru Besar Tetap pada Fakultas Hukum dan Guru Besar Luar Biasa pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Ybs. memperoleh gelar Sarjana Hulum dari Universitas Indonesia, gelar MA dalam bidang antropologi dari Cornell University, New York, serta gelar Doktoral bidang hukum dari Universitas Indonesia. Karangan-karangan yang telah diterbitkan antara lain ‘Adat Perkawinan Toraja Sa’dan dan Tempatnya dalam Hukum Positif Masa Kini’ (disertasi doktoral), ‘Penulisan Hukum Perkawinan di Indonesia dan Kesejahteraan Keluarga’, Pokok-pokok Antropologi Budaya, serta Antropologi dan Hukum Adat.  

Thung Ju Lan adalah Staf Peneliti pada Pusat Kajian Sosial dan Budaya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Gelar doctor sosiologi diperolehnya dari La Trobe University, Bundoora, Australia (1998). Tulisan-tulisan ilmiahnya berupa artikel banyak menyoroti maslah etnis Cina di Indonesia, dan telah dipublikasikan di beberapa jurnal terbitan dalam dan luar negeri. Salah satu tulisannya yang terbaru berjudul ‘Tinjauan Kepustakaan tentang Etnis Cina di Indonesia’, diterbitkan dalam buku Retrospeksi dan Rekontekstualisasi Masalah Cina (1999) yang disunting oleh I. Wibowo.

Tito Imanda adalah lulusan S1 Jurusan Antropologi FISIP UI tahun 2000. Ybs. pernah mengikuti kursus musim panas di Central European University tahun 2001, dengan materi Art History and Visual Culture. Selain mengajar di Jurusan Antropologi FISIP UI, ybs. menjadi freelance dalam pembuatan film dokumenter seni, program televisi, dan film fiksi panjang.

T. Nirarta Samadhi adalah staf pengajar pada Jurusan Perencanaan Kota dan Wilayah, Institut Teknologi Nasional, Malang. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang arsitektur, perencanaan, dan perancangan kota. Gelar doktor dalam bidang perancangan kota diperolehnya dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT University) pada tahun 2001, dengan fokus kajian pada pemanfaatan nilai tradisional-religius Bali dalam perancangan kota.

Todd T. Ames adalah asisten profesor sosiologi di National University of Singapore. Ia memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang Sosiologi dan Antropologi dari Simon Fraser University, Burnaby, BC. Canada. Masalah sosial dan perubahan, serta pembangunan ekonomi pada masyarakat pedesaan di Asia Tenggara adalah bidang kajian yang diminatinya. Ia juga mengkhusukan perhatiannya pada masalah perempuan dan pemuda dalam pembangunan, perencanaan dan kebijakan pembangunan, bantuan kemanusiaan, micro-enterprise, migrasi tenaga kerja, penyelundupan sumber daya manusia, dan pengungsi.

Tom Boellstorff memperoleh gelar Doktor dari Stanford University. Saat ini aktif sebagai dosen di California Irvine University, di kota Irvine, California. Penelitian tentang seksualitas dan globalisasi telah dilakukannya di Indonesia (khususnya di Jawa, Bali dan Sulawesi) sejak tahun 1992. Selain melakukan penelitian, ia juga aktif di bidang pencegahan HIV/AIDS di Indonesia.

Usman Pelly adalah guru besar antropologi Universitas Sumatera Utara dan IKIP Medan. Penulis lulu Sarjana Ilmu Administrasi Pendidikan dari IKIP Medan pada tahun 1969. Gelar Master dalam bidang Antropologi (1980) dan gelar ph.D. dalam bidang antropologi pembangunan (1983) diperolehnya dari University of Illinois, Amerika Serikat. Disertasinya yang berjudul Urbanisasi dan Adaptasi telah diterbitkan menjaadi sebuah buku oleh LP3ES pada tahun 1994. Saat ini penulis aktif menjadi koordinator HIPIS untuk wilayah Indonesia Bagian Barat, Ketua VI DPP ISI, dan Penaset Asosiasi Studi Jepang se-Indonesia. Beberapa buku hasil karyanya yang menjadi sumbangan besar bagi perkembangan ilmu sosial budaya di Indonesia antara lain: Ara dan Perahu Bugisnya (1975), Ethnicity and Religious Movements (1980), Sejarah Sosial Kota Medan (1984), Demokratisasi dalam Budaya (1985), dan Teori-Teori Sosial Budaya (1992).

Vicente C. Reyes, Jr memperoleh gelar M.A. di The University of New South Wales, Australia (April 2002) dan memiliki latar belakang pendidikan dalam Administrasi Publik. Ia kini menjadi kandidat Ph.D. di National University of Singapore, dan tutor di Southeast Asian Studies Program di Universitas yang sama. Ybs. tengah melakukan penelitian tentang ‘the ASEAN way’ dan The Association of Southeast Asian Nations. Artikel terbaru yang telah dipublikasikan ialah Organizational Network and Transformations dalam Association of Public Analysis and Management (APPAM) Fall Research Proceedings, Queen’s University, Ontario (2000).

Yanuar Nugroho, yanuar-n@unisosdem.org, adalah staf pengajar dan menjabat sebagai Direktur Akademik dan Pengembangan di Universitas Sahid Surakarta. Ia juga membimbing penelitian sarjana di Jurusan Teknik Industri, Universitas Trisakti, Jakarta. Ia adalah Sekjen Uni Sosial Demokrat Jakarta dan Direktur The Business Watch Indonesia—dua LSM yang berbasis di Jakarta dan Solo. Ia banyak menulis mengenai persoalan globalisasi, teknologi dan ekonomi-politik bisnis di The Jakarta Post. Gelar Sarjana Teknik dari Teknik Industri ITB diperolehnya pada tahun 1994, dan Master of Science dalam bidang Information Systems Engineering dari University of Manchester Institute of Science and Technology (UMIST), Inggris, pada tahun 2001. Tulisan yang dibuatnya untuk Jurnal Antropologi Indonesia ini adalah intisari tesisnya yang menggabungkan rekayasa sistem informasi, psikologi komunikasi dan filsafat sosial.

Yasmine Zaki Shahab adalah staf pengajar di Jurusan Antropologi, Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Indonesia, MA Kependudukan dari The Australian National University serta gelar Ph.D dari University of London dengan tesis yang berjudul Creation of Ethnic Tradition Betawi of Jakarta. Ketertarikan pada masyarakat Betawi membuatnya aktif melakukan penelitian dan menulis tentang topik yang diminatinya tersebut, sampai saat ini. 

Yunita T. Winarto adalah staf pengajar di Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Program Studi Antropologi, Fakultas Pasca Sarjana, Universitas Indonesia. Ia menyelesaikan pendidikan S1 dan Magister dalam bidang antropologi di Universitas Indonesia, MSc dalam Environmental Technology di Imperial College of Science, Technology and Medicine, London dan Ph.D. antropologi di The Australian National University. Minat perhatiannya tertuju pada kajian antropologi ekologi, antropologi pembangunan, serta pengetahuan lokal berkenaan dengan masalah pembentukan dan pengalihan pengetahuan penduduk setempat. Saat ini ybs. menjabat sebagai pemimpin redaksi Jurnal ANTROPOLOGI INDONESIA terbitan Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Obor Indonesia.

Zulkifli Lubis memperoleh gelar Sarjana Antropologi (S1) dari Universitas Sumatera Utara daan meraih magister antropologi dari Universitas Indonesia. Sejak tahun 1990 hingga sekarang menjadi staf pengajar tetap di Jurusan Antropologi Universitas Sumatera Utara. Menaruh perhatian besar pada kajian Antropologi Ekologi dan Antropologi Pembangunan. Selain penelitian, penulis juga aktif sebagai ahli pengembangan masyarakat dalam berbagai proyek pembangunan di Sumatera utara . Bersama Z. Pangaduan Lubis, penulis menerbitkan sebuah buku etnografi berjudul Sipirok Na Soli, Bianglala Kebudayaan Masyarakat Sipirok (1998).