Skip to main content
International ProgramsUmum

Visiting Professor Program: Bridging Indigenous Stewardship and Global Biodiversity Governance

By Mei 8, 2026No Comments3 min read

Depok – Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bekerja sama dengan University of British Columbia (UBC) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Visiting Professor Program. Mengusung tajuk “Bridging Indigenous Stewardship and Global Biodiversity Governance: Collaborative Research and Knowledge Exchange”, program ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan gagasan akademis lintas disiplin antara peneliti UI, UBC, serta berbagai pemangku kepentingan.

Rangkaian acara hari pertama dibuka pada 4 Mei 2026 dengan Seminar Biodiversity Conservation & Coastal Restoration. Sesi ini menyoroti kompleksitas ekosistem pesisir dan laut Indonesia, serta pentingnya mengintegrasikan realitas sosial dan praktik sehari-hari komunitas lokal ke dalam upaya tata kelola dan restorasi lingkungan. Seminar ini menghadirkan Dr. Agni Kintuni Boedihartono dari UBC sebagai Keynote Speaker bersama Erdi Lazuardi selaku kandidat doktor dari UBC. Acara ini dipandu dengan apik oleh Rhino Ariefiansyah yang bertindak selaku moderator.

Pada hari kedua (5 Mei 2026), diskusi berlanjut melalui Seminar Indigenous Communities in a Changing World. Sesi yang dimoderatori oleh Rivaldo Herman ini mendalami bagaimana komunitas adat menghadapi dan merespons ragam perubahan lingkungan maupun politik kontemporer. Pemaparan materi disampaikan secara komprehensif oleh Dr. Agni Kintuni Boedihartono dan Rhino Ariefiansyah, yang secara khusus menyoroti sistem pengetahuan masyarakat adat dan praktik nyata mereka dalam tata kelola wilayah serta pelestarian ekosistem.

Fokus pada hari ketiga (6 Mei 2026) bergeser pada penguatan kapasitas metodologi lewat Workshop Communicating Research. Dengan panduan moderator Dr. Agni Kintuni Boedihartono, sesi pertama membedah ragam perspektif komunikasi riset bersama Prof. Jeff Sayer dari UBC dan Prof. Dr. Jatna Supriatna dari FMIPA UI. Sesi kedua kemudian mengeksplorasi presentasi riset multimodal dengan menghadirkan Ignatia Dyahapsari dan Rivaldo Herman dari Departemen Antropologi UI. Diskusi ini mendorong para peneliti untuk mempresentasikan hasil karya akademis mereka melampaui medium tulisan konvensional guna menjangkau ranah audiens yang lebih luas, termasuk pembuat kebijakan dan komunitas.

Puncak kegiatan akademik berlangsung pada hari keempat (7 Mei 2026), difokuskan pada konsep Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECM) melalui diskusi tata kelola Landscape and Seascape serta pelestarian ekosistem. Dimoderatori oleh Dr.phil. Imam Ardhianto, sesi ini menghadirkan pertukaran pandangan dari Dr. Agni Kintuni Boedihartono, Prof. Jeff Sayer, Prof. Dr. Jatna Supriatna, dan Dr. Dian Novarina. Diskusi ini secara konsisten menekankan urgensi kolaborasi multisektoral antara akademisi, komunitas lokal, sektor swasta, dan organisasi nirlaba dalam tata kelola ekosistem. Agenda hari keempat ditutup dengan Roundtable Discussion lintas pihak untuk memetakan praktik konservasi nyata berbasis komunitas sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi menuju depan.

Melalui rangkaian program yang intensif ini, kolaborasi riset antara UI dan UBC diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring keilmuan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kerangka kebijakan yang menyelaraskan tata kelola keanekaragaman hayati global dengan pengakuan atas praktik penjagaan alam oleh masyarakat adat.