Mia Siscawati, yang akrab disapa Mia, merupakan peneliti dan dosen yang aktif di Program Studi Kajian Gender Sekolah Pascasarjana (PPs) Universitas Indonesia serta Departemen Antropologi. Minat risetnya berfokus pada persinggungan antara isu gender, lingkungan, dan pembangunan, dengan penekanan khusus pada kesetaraan gender dalam konteks persoalan lingkungan, kehutanan berkelanjutan, dan pengembangan masyarakat. Sebagai seorang aktivis sosial, Mia juga merupakan pendiri Rimbawan Muda Indonesia (RMI), sebuah organisasi yang bergerak dalam advokasi lingkungan. Ia telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Ashoka Fellowship for Social Innovators (1996), Fulbright Scholarship (2002–2004), National Science Foundation (NSF) Dissertation Research Grant (2007–2008), serta Kartini Award (2009) atas kontribusinya yang inspiratif dalam bidang advokasi lingkungan di Indonesia. Melalui kerja-kerjanya, Mia terus menjembatani riset akademik dengan praktik aktivisme untuk menjawab isu-isu penting terkait keadilan gender dan pembangunan berkelanjutan.
Profil dan Minat Riset
Pendidikan
- S1 Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) (1994)
- S2 Gender and Development, Brandeis University (2004)
- S2 Antropologi, University of Washington, USA (2007)
- S3 Antropologi, University of Washington, USA (2012)
Publikasi Pilihan
- Siscawati, M. (2023). Gender equality approaches in water, sanitation, and hygiene programs: Towards gender-transformative practice. Frontiers in Water, 5, 40.
- Siscawati, M., S. A. Afifi, M. Baquini, C. A. Sultyswati (2023). Challenges and potential solutions in developing community supported agriculture: A literature review. Agroecology and Sustainable Food Systems.
- Siscawati, M., N. F. Rachman, J. Mott, S. A. Raetz, M. Siscawati, J. Willetts (2023). Navigating investment and dispossession: Gendered impacts of the oil palm ‘land rush’ in East Kalimantan, Indonesia. Land grabbing: Perspectives from Southeast Asia.
- Siscawati, M., S. A. Rachman (2016). Forestry law, masyarakat adat and struggles for inclusive citizenship in Indonesia. Routledge Handbook of Asian Law, 238-263.
