Skip to main content

Mata Kuliah Program Magister

Mata Kuliah Wajib Program Studi

Dasar-dasar Antropologi Sosial Budaya

Mata kuliah ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan pengetahuan mahasiswa mengenai ruang lingkup dan konsep‐konsep dasar dalam antropologi sosial kultural. Pokok‐pokok bahasan terdiri atas sejarah dan pembagian sub‐sub disiplin antropologi dengan penekanan pada kajian kebudayaan, etnis, religi, organisasi sosial, politik, kekerabatan, seni, teknologi, media, dan bidang sosial kultural lainnya serta relevansi antropologi dengan kehidupan masa kini.

Paradigma Antropologi A

Mata kuliah ini bertujuan memperkenalkan dasar-dasar konsep yang berperan dalam memberikan batasan subjek penelitian dalam antropologi sosial. Kata “Sosial” yang dimaksud dalam perkuliahan ini merujuk pada perkembangan konsep masyarakat, struktur sosial, dan proses sosial di dalam antropologi yang dipengaruhi dan mempengaruhi disiplin ilmu sosial secara umum. Beberapa pemikiran yang dirujuk antara lain perkembangan antropologi di Inggris, Perancis, dan Jerman yang mewarnai pemikiran disiplin antropologi dan terwakili dalam paradigma struktural-fungsionalisme, fungsionalisme, strukturalisme, exchange-transaksionalisme, kekuasaan (Marxisme-Foucault), practice theory, dan action-network theory (perspektif Latourian).

Paradigma Antropologi B

Mata kuliah ini bertujuan memperkenalkan dasar-dasar konsep yang berperan dalam memberikan batasan subyek penelitian dalam antropologi budaya. Istilah budaya pada bagian ini merujuk pada konsep-konsep yang dipengaruhi secara kuat oleh pendekatan hermeneutik dan semiotik dan secara khusus mengulas aspek kebudayaan sebagai proses semiotik dan penafsiran yang melatarbelakangi tindakan sosial. Beberapa dasar konsep yang diperkenalkan dalam kelas ini termasuk di antaranya simbol, tanda, makna, nilai, pengalaman, dan afeksi sebagaimana berkembang dalam tradisi antropologi budaya di tradisi pemikiran Amerika.

Metode Penelitian Antropologi (Overview Prinsip-Praksis)

Mata kuliah ini memuat bahasan tentang etnografi sebagai metode penelitian utama dalam kajian antropologi. Secara khusus, peserta kuliah ini akan difasilitasi untuk memahami perspektif dan metode penelitian etnografi serta ragam perkembangan mutakhir dari metode ini seperti etnografi multisitus, autoetnografi, etnografi kolaboratif, etnografi visual and virtual. Dalam kuliah ini juga akan dibahas tahap-tahap pelaksanaan kegiatan etnografi dan beragam teknik penelitian etnografi dan sumber data yang dapat digunakan, sekaligus diikuti oleh praktik langsung oleh mahasiswa. Di akhir kuliah, mahasiswa diminta untuk menyusun statement of intent (SOI) yang sesuai dengan tema dari tesis/disertasi mereka.Kuliah ini memuat bahasan tentang etnografi sebagai metode penelitian utama dalam kajian antropologi. Secara khusus, peserta kuliah ini akan difasilitasi untuk memahami perspektif dan metode penelitian etnografi serta ragam perkembangan mutakhir dari metode ini seperti etnografi multisitus, autoetnografi, etnografi kolaboratif, etnografi visual and virtual. Dalam kuliah ini juga akan dibahas tahap-tahap pelaksanaan kegiatan etnografi dan beragam teknik penelitian etnografi dan sumber data yang dapat digunakan, sekaligus diikuti oleh praktik langsung oleh mahasiswa. Di akhir kuliah, mahasiswa diminta untuk menyusun statement of intent (SOI) yang sesuai dengan tema dari tesis/disertasi mereka.

Kapita Selekta: Perkenalan Klaster Topik Peminatan

Mata kuliah ini bertujuan untuk mengenalkan ruang lingkup pendekatan dan konsep-konsep pada mata kuliah-mata kuliah peminatan.

Penulisan Ilmiah

Mata kuliah ini bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami proses menyiapkan naskah publikasi di jurnal ilmiah yang bersumber dari topik penelitian mahasiswa

Colloquium

Mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan esensial dalam menyusun dan mempresentasikan penelitian dengan efektif, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menyimak dan mempertukarkan pemikiran tentang riset. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, di mana mahasiswa secara aktif terlibat dalam proses belajar. Mereka diberi kesempatan untuk berdiskusi, bekerja dalam kelompok, dan menyampaikan ide-ide mereka, menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya kultur akademik yang terbuka dan produktif di bidang antropologi. Diskusi dan pertukaran pemikiran ini mempromosikan kolaborasi, kerjasama, dan eksplorasi intelektual di antara mahasiswa, memberikan pondasi yang kokoh untuk pengembangan kemampuan akademis dan profesional mereka. Mahasiswa berkewajiban melakukan presentasi minimum 2 kali dalam mata kuliah ini.

Diseminasi

Mata kuliah ini mengajak mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan ide penelitian atau karya antropologis mereka kepada audiens yang dianggap relevan untuk kepentingan proyek merek, entah itu dari kalangan akademik maupun umum. Proses ini akan membekali mahasiswa cara mengkomunikasikan ide-ide mereka secara efektif kepada orang lain sekaligus memungkinkan ide penelitian antropologis mereka tersebar lebih luas. Kegiatan seminar mencakup aktivitas presentasi makalah yang disampaikan forum akademik terbuka seperti seminar, simposium, dan workshop yang diselenggarakan oleh institusi akademik, instansi pemerintah atau organisasi masyarakat sipil. Publikasi dapat dilakukan dalam bentuk artikel jurnal nasional terakreditasi, majalah ilmiah popular, atau bab dalam buku bunga rampai.

Tesis Etnografi/Tesis Studi Pustaka

Mata kuliah ini membimbing mahasiswa untuk menyusun penelitian atau karya antropologi. Mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan proyek mandiri dengan arahan dan dukungan pembimbing. Setelah selesai, karya mereka diuji untuk menilai kelayakannya sebagai karya ilmiah, melalui presentasi dan evaluasi. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk menilai kualitas akademis dari penelitian yang dilakukan, tetapi juga memberikan umpan balik yang konstruktif kepada mahasiswa agar mereka dapat terus berkembang sebagai peneliti dan akademisi yang lebih baik. Dengan demikian, mata kuliah ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam melakukan penelitian antropologi, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pemikir independen dan kritis dalam bidang studi mereka.

Klaster Religi, Tradisi, dan Kebudayaan

Antropologi Kristianitas

Mata kuliah ini akan membekali mahasiswa untuk mendapatkan wawasan komparatif mengenai perubahan keagamaan dalam komunitas-komunitas kristiani di berbagai belahan dunia. Kompetensi dari perkuliahan ini adalah mahasiswa mampu mengklasifikasi konsep-konsep utama yang muncul dari komparasi kasus-kasus antropologis dari sub-kajian antropologi kristianitas yang mengambil peran penting dalam teori-teori antropologi mengenai perubahan kebudayaan. Kelas ini akan membandingkan berbagai wilayah kajian antropologi seperti Melanesia, Asia Timur, Asia Tenggara, Siberia, Afrika, Amerika Latin, dan Amerika Utara.

Analisis Folklore

Mata kuliah ini merupakan kajian folklor sebagai kebudayaan yang berbentuk tradisi lisan dalam kaitannya dengan fenomena sosial di masyarakat masa lalu dan masa kini yang menyangkut kehidupan beragama, politik/kekuasaan, ekonomi dan pariwisata.

Agama dan Kebudayaan

Mata kuliah ini merupakan eksplorasi antropologis tentang agama dalam konteks budaya dan sejarah yang beragam. Fokus kuliah adalah pada hubungan kekuasaan, tatanan sosial, perubahan sosial, gender, dan peran yang dimainkan agama dalam modernitas, transnasionalisme, dan globalisasi. Kita akan mengkaji ritual performances dan ritual, dan ekspresi budaya dari kepercayaan dan praktik keagamaan. Melalui strategi komparatif dan kritis, kita akan melihat bagaimana agama berinteraksi dengan, dan tertanam dalam aspek lain dari masyarakat. Mahasiswa akan mempelajari teori antropologis budaya dan agama dari kanon klasik, di samping pendekatan kontemporer, dan menerapkannya pada berbagai topik.

Kebudayaan, Sejarah, dan Tindakan

Mata kuliah ini akan membahas sejumlah tulisan dari berbagai disiplin ilmu, seperti sejarah, linguistik, kajian literatur dan antropologi. Para siswa diminta menghasilkan sejumlah pemahaman teoritis tertentu berkenaan dengan isue mengenai hubungan antara kebudayaan, sejarah dan tindakan.

Kekerabatan, Organisasi, dan Pertalian Sosial

Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pengertian dasar bagi mahasiswa jenjang sarjana mengenai proses dasar pertalian sosial, pengorganisasian manusia dan komparasi kedua hal tersebut pada aneka ragam kehidupan manusia – dahulu, sekarang, dan masa depan. Berbagai tema kontemporer dalam kajian antropologi seperti gender, kesehatan reproduksi, pengasuhan anak dan tumbuh kembangnya, migrasi, diaspora, dan juga politik dan demokrasi tidak bisa dilepaskan dengan bagaimana aneka ragam praktik, konsep kekerabatan dan jalinan sosial beroperasi. Mata kuliah ini akan memberikan pengantar berbagai perspektif tentang kekerabatan dan organisasi sosial serta mengambil kasus-kasus etnografi di berbagai konteks sosial dan budaya dalam konteks berbagai isu seperti perubahan keagamaan, globalisasi, politik lokal dan demokrasi, dan juga perubahan teknologi dan informasi. Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan berbagai bentuk dan proses pertalian sosial, pengelompokkan dan pengorganisasian kolektif manusia yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari dengan perspektif antropologi.

Kelompok Etnik, Etnisitas, dan Konflik Etnik

Mata kuliah ini terutama bertujuan untuk membangkitkan apresiasi mahasiswa akan Asia Tenggara sebagai sebuah “wilayah studi etnologi” Dengan konsep ini dimaksudkan bahwa Asia Tenggara itu adalah sebuah wilayah yang di dalamnya tersebar beraneka ragam budaya, namun semua budaya itu mempunyai ciri-ciri dasar yang cukup konsisten, sedemikian rupa, sehingga dapat dilakukan satu kajian perbandingan terhadap mereka. Metode komparatif (bukan metode statistik) adalah metode dasar ilmu antropologi dalam rangka mencapai generalisasi.

Kebijakan dan kebudayaan

Mahasiswa akan diperkenalkan pada pendekatan-pendekatan dan perkembangannya dalam disiplin antropologi yang berperan dalam kebijakan kebudayaan. Materi-materi dalam kuliah ini akan diperkenalkan melalui diskusi mengenai pengaruh pendekatan kepada peran keterlibatan antropologi dalam kebijakan budaya dan penilaian komunitas antropologi itu sendiri mengenai keterlibatan tersebut. Sebagian dari kelas akan melatih mahasiswa untuk identifikasi, menjelaskan kembali dan menerapkan kerja-kerja praktek dalam merumuskan rekomendasi dan terlibat dalam implementasi kebijakan kebudayaan

Klaster Pembangunan dan Politik

Politik, Kebudayaan, dan Lingkungan

Ruang lingkup kajian mencakup antara lain: sejarah pendekatan ekologi politik dalam kajian antropologi lingkungan; sejumlah konsep kunci yang dipengaruhi paradigma neo-marxian, post srukturalis dan STS (Science and Technology Studies); pluralisme persepsi, interest, kepentingan, dan posisi dari beragam aktor di dalam dan di luar institusi negara; pertarungan kepentingan dan konflik beragam aktor terkait akses dan kontrol atas sumber- sumber alam; implikasi sosial, politik, dan budaya yang berkaitan dengan kontrol atas proses produksi dan penggunaan pengetahuan tentang alam dan lingkungan; masalah peran dan posisi praktisi dan ilmuwan yang mempengaruhi relasi kekuasaan diantara para aktor dalam kontek penguasaan dan pemanfaatan sumber-sumber alam; serta berbagai isu lainnya yang terkait dengan proses komodifikasi alam lainnya yang mempengaruhi relasi manusia dan lingkungan. Contoh-contoh kajian diambil dari kasus-kasus yang terjadi di Indonesia maupun di tempat lainnya di dunia.

Studi Kritis Antropologi dan Pembangunan

Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang berbagai pendekatan kajian ilmu sosial khususnya antropologi dalam menyikapi persoalan pembangunan ekonomi di Dunia Ketiga. Bacaan dipilih untuk menjawab dua pertanyaan kunci yaitu: (a) Bagaimana sejarah perkembangan teori, kebijakan, dan praktek yang terkait pembangunan di Asia, Afrika, dan Amerika Latin sejak munculnya sebagai program internasional di awal tahun 1940an hingga saat ini?

Pembangunan: Ruang dan Kuasa

Mengapa Foucault berteori tentang kekuasaan lewat penjara dan Tania Li lewat “tribal slot”? Mata kuliah ini mendiskusikan peran politik ruang dalam praktek kekuasaan dan pembangunan. Bagaimana desa didefinisikan dan direfedenisikan sebagai ruang pembangunan adalah salah satu isunya. Bagaimana ruang domestik diinvensi untuk kepentingan kekuasaan patriarki, juga akan jadi bahasan. Bagaimana fasilitator pembangunan menavigasi ke-ruangan-nya dalam dikotomi negara-rakyat juga tidak kalah pentingnya. Kelas ini akan mendiskusikan antropologi pembangunan dalam pendekatan klasik (modern culture) hingga yang kritis (pendekatan decolonial dan multiple).

Politik: Tanda dan Nilai

Mata kuliah ini berfokus pada politik sebagai penilaian yang dimediasi oleh proses penandaan. Kenapa hutan perlu dibedakan atas “hutan negara” dan “hutan sosial”? Kenapa mass muderer bisa disebut “terrorist” bila dia muslim dan “psychopat” bila dia white/western/caucasian? Kenapa proses penyebumhan bisa dibedakan antara dokter yang scientific dan tabib yang mistik? Kelas ini akan membahas antropologi politik dalam perspektif klasik (berpusat pada negara) hingga yang kontemporer (fokus pada nilai dan mediasi).

Negara, Masyarakat, Pasar: Perspektif Antropologi

Mata kuliah ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai kerangka teoritik dan konsep yang digunakan dalam disiplin ilmu sosial khususnya antropologi pada saat ini untuk mengkaji negara-bangsa, masyarakat, dan pasar. Salah hal yang akan kita diskusikan lewat membaca sejumlah bacaan di kelas adalah pertanyaan persoalan ada tidaknya batas yang jelas diantara tiga unit itu—negara, masyarakat, dan pasar—dalam kajian antropologi kontemporer.

Antropologi Asia Tenggara

Mata kuliah ini terutama bertujuan untuk membangkitkan apresiasi mahasiswa akan Asia Tenggara sebagai sebuah “wilayah studi etnologi” Dengan konsep ini dimaksudkan bahwa Asia Tenggara itu adalah sebuah wilayah yang di dalamnya tersebar beraneka ragam budaya, namun semua budaya itu mempunyai ciri-ciri dasar yang cukup konsisten, sedemikian rupa, sehingga dapat dilakukan satu kajian perbandingan terhadap mereka. Metode komparatif (bukan metode statistik) adalah metode dasar ilmu antropologi dalam rangka mencapai generalisasi.

Budaya Organisasi

Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana budaya berkembang dalam organisasi, khususnya perusahaan. Organisasi sebagai suatu tatanan yang terdiri dari struktur, prosedur dan sistem mencetak dan mengembangkan dan merekayasa budaya dalam organisasi. Bagaimana dengan ke tiga faktor mempengaruhi pembentukan budaya organisasi menjadi inti bahasan perkuliahan ini. Untuk itu, mahasiswa diperkenalkan pada unsur-unsur struktur, prosedur dan sistem organisasi dan merupakan landasan dasar klasifikasi organisasi dalam berbagai jenis yang umum dikenal dalam teori organisasi.

Teknologi dan Publik

Mata kuliah ini berbentuk kelas studio yang inti kegiatannya adalah mahasiswa mendesain dan memproduksi proyek riset-artistik mereka secara mandiri tentang publik dan teknologi. Mahasiswa akan diajak untuk mengeksplorasi peran teknologi sebagai bukan sekedar alat (tools) dalam dinamika budaya kontemporer, akan tetapi sebagai artikulasi ideologis dalam matriks sosio-teknikal-material. Salah satu tantangan dalam perkembangan teknologi adalah hubungannya dengan kian kompleksnya proses pendefinisian bentuk-bentuk ‘public’ dan ‘kepublikan’ dalam kontrasnya dengan ’yang privat’. Dengan memahami publik bukan sebagai lanskap politik yang utopis tetapi sebagai hasil fiksionalisasi-naratif dari praktek performative, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan proyek-proyek riset-artistik yang memproblematisasi bentuk-bentuk praktek teknologis dan inovatif di berbagai ranah (mulai dari lingkungan hingga pengarsipan, dari pendidikan hingga pengawasan), yang bertujuan untuk dapat menginisiasi diskusi mengenai etika sosial, kreativitas, dan kuasa.

Kisah-kisah Media dan Mediasi: Seminar

Mata kuliah ini fokus pada kajian klasik dan kontemporer dalam antropologi media dan mediasi. Sembari mengkritisi dikotomi banal semacam analog-digital, old-new, atau offline-online, diskusi di kelas akan dipicu oleh kisah-kisah yang tidak saja ditulis oleh antropolog, tetapi juga ditulis oleh ahli-ahli bidang terkait terutama para proponen Actor-Network-Theory (ANT).

Klaster Lingkungan dan Transformasi Sosial

Ekologi Manusia

Mata kuliah ini memuat pembahasan mengenai masalah-masalah lingkungan yang muncul sebagai akibat tindakan manusia seperti penggundulan hutan, ledakan hama pertanian, penyusutan pasokan sumberdaya laut dan lain-lain. Secara khusus pokok pembahasan akan diarahkan pada pengenalan dan pemahaman konsep-konsep, pendekatan dan metodologi penelitian dalam kajian antropologi ekologi yang dapat digunakan untuk menjelaskan masalah-masalah lingkungan tersebut.

Antropologi Maritim Indonesia

Mata kuliah ini mengeksplorasi ruang lingkup Antropologi Maritim Indonesia (kajian masyarakat pesisir di Indonesia). Perkuliahan juga akan membahas konsep-konsep dasar dan ruang lingkup dalam kajian antropologi maritim; wilayah pesisir (coastal area), arti penting kajian antropologi pesisir bagi Indonesia, basis teori dalam kajian masyarakat pesisir, teori properti dalam pemanfaatan sumber daya pesisir, serta mengulas pembahasan kasus-kasus.

Etnografi Multispesies

Mata kuliah mengeksplorasi multispesies sebagai cabang studi Antropologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan non-manusia yang berpengaruh terhadap aspek keduanya. Multispesies adalah perspektif yang muncul untuk merespons interaktivitas antara alam dengan manusia dalam ekosistem tertentu. Perspektif ini juga termasuk upaya mewujudkan manajemen adaptif. Perspektif multispesies memandang organisme-organisme memiliki relasi yang dalam dan menyejarah satu sama lainnya, yang membentuk pola-pola tertentu yang menghidupkan dan mematikan eksistensi mereka di bumi. Karakter satu entitas membentuk karakter entitas lainnya (becoming with). Multispesies hadir dalam disiplin ilmu Antropologi untuk menjawab pertanyaan mengenai kehidupan dan cara hidup manusia yang selayaknya organisme hidup sehingga membutuhkan penjelasan yang bersamaan dengan komponen pembentuk lainnya yang terikat dengannya di alam. Hidup manusia tidak dapat berlangsung dan dijelaskan secara terpisah. Dengan kata lain, berbagai entitas di muka bumi yang berupa spesies manusia dan spesies lain, berbagai entitas di muka bumi yang berupa spesies manusia dan spesies non-manusia juga memiliki komponen dan dinamika hidupnya yang berkelindan dengan kehidupan spesies lain.

Keragaman Fisik, Budaya dan Lingkungan

Keragaman fisik manusia merupakan manifestasi dari kondisi lingkungan fisik tempat mereka tinggal. Akibat dari kondisi ini, secara fenotipe kita temukan manusia dengan berbagai ciri fisik yang berdampak pada persepsi, respon dan perilaku yang ditunjukkan terhadap manusia tersebut. Perbedaan sejarah sosial, kondisi lingkungan fisik tempat mereka tinggal menghasilkan cara hidup yang berbeda dari masing-masing komunitas manusia dan kebudayaannya. Mata kuliah ini membahas bagaimana keragaman fisik, lingkungan berimplikasi pada kebudayaan komunitas manusia.

Antropologi Indigenitas

Mata kuliah ini akan mengulas signifikansi konsep indigenitas untuk memahami fenomena-fenomena kontemporer. Ruang lingkup kuliah ini akan mencakup beberapa topik yang beririsan erat dengan kaitan erat dari indigenitas terhadap reorganisasi politik-ekonomi baik dalam skala mikro dan makro. Kelas ini akan memberikan wawasan komparatif untuk melihat irisan tersebut dengan membandingkan bentuk-bentuk indigenitas yang berbeda-beda di seluruh dunia, termasuk di dalamnya mengkomparasi kasus-kasus di USA, Amazonia, Siberia, Asia Tenggara, dan tempat-tempat lainnya.

Antropologi dan Ornop

Mata kuliah ini memperkenalkan berbagai perspektif, teoretikal konsep, tema dan pendekatan yang digunakan dalam antropologi untuk mengkaji organisasi non-pemerintah. Fokus dari bacaan yang dibahas dalam kelas ini tidak hanya terbatas tentang Indonesia tetapi juga kajian yang dilakukan terkait organisasi ini yang berkembang di negara-negara lainnya. Pada mata kuliah ini, organisasi non-pemerintah akan ditempatkan sebagai salah satu institusi yang punya pengaruh dalam memahami relasi kekuasaan di dalam masyarakat.

Antropologi Bencana dan Politik Kepedulian

Mata kuliah ini akan menjelaskan pendekatan antropologi dalam melihat bencana dan menerapkan perspektif kekerabatan, ekonomi kemanusiaan, dan politik kepedulian sebagai pintu masuk memahami mekanisme menghadapi bencana. Kelas ini akan memberikan wawasan komparasi bencana-bencana sosio-lingkungan yang mencakup bencana banjir, perang, kekeringan, pandemi, dan lain-lain di berbagai tempat. Kompetensi dari Mata kuliah ini adalah: Mahasiswa mampu menerapkan konsep ekonomi kemanusiaan dan kekerabatan sebagai care dalam disiplin antropologi melalui ulasan-ulasan mengenai keanekaragaman pembentukan kelompok-kelompok mutual-aid dalam situasi kebencanaan.

Adaptasi Manusia

Mata kuliah ini membahas tentang adaptasi manusia terhadap lingkungan serta bagaimana kebudayaan berperan dalam proses adaptasi tersebut. Proses adaptasi ini didasarkan pada proses evolusi dan perubahan (fisik) dunia (seperti fenomena pemanasan global) yang disebabkan oleh perilaku manusia. Pada saat bersamaan, perkembangan dunia digital juga menimbulkan perubahan sosio kultural secara radikal. Perubahan ini harus disikapi dengan perilaku disruption yaitu melakukan inovasi secara radikal. Perilaku adaptasi tersebut akan dilihat dalam perspektif mikro, meso dan makro. Perubahan-perubahan ini menuntut adanya perilaku adaptasi yang mengharuskan hubungan timbal balik seimbang antara manusia dan alam, kesetaraan cara pandang antara culture dan nature.

Dalam mata kuliah ini akan dibagi ke dalam dua bagian:

  1. aspek teoritis konsep adaptasi secara biologi dalam konteks survival for the fittest, kaitan konsep adaptasi dengan konsep kultural dan perubahan lingkungan alam, lingkungan sosio kultural sebagai stressor yang mengharuskan munculnya perilaku adaptasi; membahas secara mikro, meso dan makro kasus-kasus yang dilakukan oleh manusia akibat stressor perubahan lingkungan dan sosio kultural;
  2. aspek metodologi dalam melakukan eksplanasi perilaku manusia dengan melihat hubungan culture dan nature untuk menghasilkan etnografi yang holistik.

Politik Konservasi

Mahasiswa akan diperkenalkan dengan konsepsi ekologi politik dan kekuasaan yang digunakan antropologi lingkungan kritis dalam mengkaji konservasi alam. Dalam perkuliah ini akan dibahas pendekatan ekonomi politik dan post-strukturalis yang pada saat ini menjadi pendekatan penting yang digunakan oleh antropologi lingkungan kritis. Sejumlah topik yang akan dibahas a.l. wacana ideologi konservasi alam, keterkaitan gerakan konservasi dengan kolonialisme, perdebatan tentang produksi pengetahuan, peran kontrol Negara atas sumber daya alam, resistensi masyarakat lokal terhadap proyek-proyek pelestarian, kaitan erat antara konservasi dan kekerasan, dan adanya kecenderungan peran pasar dan korporasi dalam upaya konservasi alam.

Klaster Kesehatan Global dan Care

Kesehatan, Care dan Tubuh

Mata kuliah ini menganalisis perubahan pengalaman kesehatan dan well-being, identitas seksual dan rezim tubuh, faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi penggunaan pengetahuan ilmiah dalam pengaturan klinis, perawatan dan praktik swadaya serta pelaksanaan kekuatan biomedis dan pola resistensi terhadap dan penerimaan rezim medis dan pengetahuan ilmiah dan teknologi. Kuliah akan membahas berbagai topik, termasuk penelitian tentang AIDS/HIV, tubuh dan makanan, moralitas, kesehatan seksual dan reproduksi, farmasi, teknologi medis dan praktik, serta sampah plastik.

Antropologi Medis dan Kesehatan Global

Mata kuliah ini mengeksplorasi bidang kajian antropologi medis dan kesehatan global. Mengapa dan bagaimana orang sakit? Bagaimana penyakit ditafsirkan dan diobati lintas budaya? Bagaimana kesehatan dan kesejahteraan berubah sepanjang perjalanan hidup? Ketimpangan apa yang terjadi antar kelompok dalam hal kesehatan & penyakit, dan bagaimana sistem medis, ekonomi politik, dan antropologi berkontribusi dan menjelaskan masalah ini? Bagaimana kita bisa berpikir tentang peristiwa baru-baru ini dalam lensa antropologi medis? Ini adalah beberapa pertanyaan yang akan dijelajahi dalam kuliah ini. Perkuliahan akan mengajarkan bagaimana memahami perspektif biokultural, kritis, medis, antropologis, dan keadilan sosial untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Perkuliahan akan fokus pada denaturalisasi biomedis dan memahami kesehatan dan penyakit dari perspektif medis, antropologis dan biokultural.

Psikologi Budaya

Mata kuliah ini mengkaji tentang bidang studi antropologi psikologi dan perkembangannya. Dalam penyajiannya kuliah ini disebut Psikologi Budaya, yang mencakup pembahasan mengenai:

  1. ruang lingkup kajian tentang aspek psikologi,
  2. konsep, teori dan metode dalam Psikologi Budaya;
  3. kepribadian dalam konteks budaya dan proses pendewasaan manusia,
  4. perubahan kebudayaan: tantangan, transformasi dan kontinuitas pada psikologi individu dan kelompok; dan
  5. perkembangan kajian psikologi budaya di era kontemporer.

Antropologi Kesehatan

Mata kuliah ini bertujuan untuk memahami ruang lingkup kajian antropologi kesehatan dan pusat perhatian studi tersebut berkenaan dengan interaksi antara faktor biologi dan budaya yang menyangkut kesehatan. Juga agar peserta mampu mengidentifikasi, memahami dan menganalisa hubungan antara perilaku dan penyakit, serta faktor-faktor sosial-budaya yang mendorong maupun menghambat pelaksanaan program-program kesehatan dalam rangka pembangunan kesehatan.

Kebudayaan dan Kesehatan Jiwa

Mata kuliah ini mengkaji tentang:

  1. berbagai faktor sosial-budaya yang berpengaruh pada kondisi kesehatan jiwa individu maupun kelompok dalam berbagai lingkungan sosial-budaya;
  2. beberapa contoh dari klasifikasi gangguan jiwa dan respon sosial-budaya terhadapnya dalam kebudayaan yang berbeda-beda;
  3. cara-cara budaya dari berbagai kelompok masyarakat untuk mencapai dan mempertahankan kesehatan jiwa; dan
  4. pembangunan kesehatan jiwa di Indonesia.

Gender, Seksualitas dan Kesehatan

Mata kuliah ini mengeksplorasi bagaimana seksualitas, gender, dan kesehatan dialami, dinilai, dan dikonstruksikan secara sosial. Materi yang dipilih memberikan gambaran umum tentang konsep dasar dan pendekatan teoritis yang terkait dengan ketiga masalah ini. Area konsentrasi yang lebih tradisional meliputi tubuh, heteroseksualitas dan gender, praktik kesehatan seksual dan reproduksi, dan kesehatan dan penyembuhan dalam konteks pasca-kolonial. Topik yang dapat dianggap lebih mutakhir termasuk seks dan gender di kalangan LGBTIQ+, bio-teknologi dan redefinisi hidup dan mati, kekerasan struktural/simbolik, dan tantangan etis dan emosional dalam melakukan kerja lapangan. Mahasiswa akan dilengkapi dengan keterampilan teoritis dan metodologis dasar serta kesadaran kritis tentang bagaimana kesehatan dialami, diwujudkan, dan dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, politik, gender, dan seksualitas yang lebih luas.

Penerimaan

Penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran baru untuk Program Sarjana, Magister dan Doktor.

Seleksi

Ujian seleksi terpadu masuk UI yang diselenggarakan UI bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di UI.

Global Entry

Start your academic journey at one of Indonesia’s leading universities. For international applicants only.