Praktikum Pengolahan Data Audio Visual (2 SKS)
Mata kuliah ini melatih mahasiswa untuk menguasai keterampilan pengolahan data audiovisual dalam penelitian antropologi. Mahasiswa akan belajar teknik merekam, mendokumentasikan kerja lapangan, membuat video dokumenter, serta menggunakan metode visual seperti photovoice. Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan media audiovisual sebagai sarana analisis maupun fasilitasi sosial.
Praktikum Pengolahan Data Arsip (2 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan penggunaan arsip sebagai metode, perspektif, dan objek kajian dalam antropologi. Mahasiswa akan belajar menelusuri arsip sejarah, menganalisisnya secara kritis, dan mengaitkannya dengan penelitian kontemporer. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana arsip menjadi sumber penting dalam membangun narasi sosial dan budaya.
Antropologi Dunia Bisnis (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas kontribusi antropologi dalam memahami praktik bisnis dan organisasi. Mahasiswa akan diperkenalkan pada perspektif antropologi dalam menganalisis perusahaan, dunia usaha, dan hubungan kerja. Melalui kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat dunia bisnis tidak hanya sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai fenomena budaya yang kompleks.
Praktikum Etnografi Marketing (3 SKS)
Mata kuliah ini memberikan keterampilan metodologis untuk melakukan etnografi dalam studi pemasaran. Mahasiswa akan belajar menganalisis perilaku konsumen, pendekatan budaya dalam pemasaran, serta peran media sosial dalam memahami segmen pasar. Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan strategi pemasaran dengan pemahaman budaya masyarakat.
Praktikum Antropologi Desain (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan hubungan antara antropologi dan praktik desain. Mahasiswa akan mempelajari konsep design thinking, penelitian antropologis mengenai perencanaan, serta peran antropolog sebagai kolaborator desainer. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif kritis terhadap desain sekaligus terlibat dalam proses kreatif.
Praktikum Advokasi (3 SKS)
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan teori dan praktik advokasi dari perspektif antropologi. Mahasiswa akan mempelajari strategi, teknik, dan alat (tools) yang digunakan dalam merancang dan melaksanakan advokasi sosial. Melalui kombinasi diskusi kelas dan praktik lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi fasilitator perubahan sosial berbasis advokasi.
Praktikum Inovasi Sosial (3 SKS)
Mata kuliah ini melatih mahasiswa dalam teknik rekayasa sosial yang relevan untuk intervensi komunitas. Mahasiswa akan belajar metode seperti stakeholder mapping, rapid rural appraisal, dan focus group discussion dalam rangka mendorong inovasi sosial. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang program intervensi berbasis antropologi yang kreatif dan aplikatif.
Praktikum Pemberdayaan Masyarakat (3 SKS)
Mata kuliah ini mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi fasilitator pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa diperkenalkan pada perspektif antropologi tentang ruang lingkup, batasan, serta strategi pengabdian masyarakat. Dengan praktik lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan pemberdayaan untuk mendukung transformasi sosial.
Praktik Magang Antropologi 1 (6 SKS)
Mata kuliah ini merupakan konversi dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang di luar kampus. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu antropologi di dunia kerja nyata dengan rubrik penilaian berbasis kompetensi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.
Praktik Magang Antropologi 2 (6 SKS)
Mata kuliah ini merupakan konversi dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang di luar kampus. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu antropologi di dunia kerja nyata dengan rubrik penilaian berbasis kompetensi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.
Praktik Magang Antropologi 3 (5 SKS)
Mata kuliah ini merupakan konversi dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang di luar kampus. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu antropologi di dunia kerja nyata dengan rubrik penilaian berbasis kompetensi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.
Praktik Magang Antropologi 4 (3 SKS)
Mata kuliah ini merupakan konversi dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang di luar kampus. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu antropologi di dunia kerja nyata dengan rubrik penilaian berbasis kompetensi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.
Antropologi Medis (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji hubungan antara kesehatan, penyakit, pranata sosial, dan kebudayaan. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai pendekatan antropologi medis, termasuk sistem medis tradisional dan modern, kesehatan reproduksi, serta kehidupan sosial dari praktik kedokteran. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana kesehatan dipengaruhi oleh faktor biologis sekaligus sosial-budaya.
Antropologi Psikologi (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas keterkaitan antara kebudayaan dan kepribadian manusia. Topik mencakup sejarah perkembangan teori antropologi psikologi, konsep dasar, serta metode penelitian yang digunakan. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis bagaimana nilai, norma, dan budaya memengaruhi perilaku dan membentuk kepribadian kolektif.
Antropologi Psikiatri (3 SKS)
Mata kuliah ini menyoroti peran faktor sosial dan budaya dalam terjadinya serta penanganan gangguan jiwa. Mahasiswa akan mempelajari definisi, teori, konsep, serta metode penelitian yang digunakan dalam antropologi psikiatri. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana interpretasi budaya memengaruhi persepsi tentang kesehatan jiwa dan cara menghadapinya.
Antropologi Gender dan Seksualitas (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas teori dan pendekatan antropologi terhadap gender dan seksualitas dalam berbagai konteks budaya. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep domestik/publik, esensialisme, konstruksionisme, queer, serta topik kontemporer seperti politik seksual dan keragaman gender. Dengan perspektif kritis, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis konstruksi sosial gender dan seksualitas secara lebih kompleks.
Antropologi Anak (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji dunia anak dari perspektif antropologi dengan menekankan pentingnya proses tumbuh kembang dalam konteks sosial dan budaya. Mahasiswa diperkenalkan pada faktor-faktor sosial-budaya yang memengaruhi pola asuh, pendidikan, dan kesejahteraan anak. Dengan memahami dinamika masa kanak-kanak, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkannya dengan isu-isu sosial yang lebih luas.
Antropologi Lansia (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas proses menua sebagai bagian dari siklus kehidupan manusia. Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana faktor sosial, budaya, dan kesehatan memengaruhi kualitas hidup lansia. Dengan pengetahuan ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis isu-isu penuaan dan menghubungkannya dengan pembangunan sosial masyarakat.
Penyembuhan Alternatif (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan praktik-praktik penyembuhan alternatif yang dipraktikkan di berbagai masyarakat. Mahasiswa akan mempelajari sejarah, pendekatan, metode, serta perspektif ilmiah dan non-ilmiah dari praktik penyembuhan tersebut. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis praktik kesehatan alternatif dalam kerangka sosial budaya.
Antropologi Kesehatan, Tubuh, dan Care (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas kesehatan sebagai fenomena biososial yang dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiokultural. Topik mencakup pemaknaan tubuh, praktik perawatan kesehatan, ketidaksetaraan kesehatan global, serta politik ekonomi kesehatan. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana isu kesehatan, tubuh, dan perawatan saling terkait dalam konteks global.
Makanan, Nutrisi, dan Kesehatan (3 SKS)
Mata kuliah ini menganalisis keterkaitan antara budaya, makanan, dan kesehatan. Mahasiswa akan mempelajari kebiasaan makan, simbolisme makanan, status gizi, serta isu food safety dalam masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran makanan tidak hanya sebagai kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai fenomena sosial budaya yang kompleks.
Aktivisme dan Gerakan Sosial (3 SKS)
Mata kuliah ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam studi maupun praktik aktivisme dan gerakan sosial. Mahasiswa dapat memilih keterlibatan melalui magang di organisasi, atau dengan merancang strategi kampanye dan advokasi. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori antropologi dengan praktik nyata perubahan sosial.
Antropologi Pedesaan (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji perkembangan teori dan etnografi tentang masyarakat desa sejak 1950-an, ketika fokus antropologi mulai bergeser dari masyarakat “primitif” ke masyarakat petani. Mahasiswa diperkenalkan pada perbedaan konsep peasant dan farmer serta tarik-menarik antara subsistensi dan orientasi komersial dalam praktik bercocok tanam. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika pedesaan dalam kaitannya dengan pasar, modernisasi, dan globalisasi.
Antropologi Infrastruktur & Teknologi (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas material turn dalam antropologi dengan menekankan pada peran infrastruktur dan teknologi dalam kehidupan sosial. Mahasiswa akan menganalisis studi klasik dan kontemporer mengenai materialitas, termasuk kajian science and technology studies. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami infrastruktur dan teknologi bukan hanya sebagai sarana teknis, tetapi juga sebagai fenomena budaya.
Masyarakat Pesisir dan Transformasi Sosial-Budaya (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji kehidupan masyarakat pesisir sebagai bagian penting dari sejarah dan kebudayaan manusia. Mahasiswa akan mempelajari hubungan timbal balik antara manusia, kebudayaan, dan lingkungan pesisir. Melalui diskusi dan telaah pustaka, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika sosial-budaya pesisir di Indonesia maupun dunia.
Antropologi Kependudukan (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan mahasiswa pada studi antropologi kependudukan dengan fokus pada ukuran, sumber, serta dinamika demografi. Mahasiswa akan belajar menganalisis data kependudukan dari sudut pandang sosial-budaya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami kaitan antara struktur demografi dan kehidupan sosial masyarakat.
Etnografi Multispesies (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas etnografi non-antropo-sentris yang menempatkan manusia dan spesies lain sebagai subjek setara dalam ekosistem. Mahasiswa akan menelaah sejarah hubungan manusia dengan alam serta perdebatan tentang antroposentrisme dan geosentrisme. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan analisis etnografis yang lebih holistik dan inklusif.
Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji isu perubahan iklim dalam kaitannya dengan kelompok rentan dan marjinal. Mahasiswa akan mempelajari dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, penghidupan, dan pertanian, serta perspektif antropologi dalam menanggapinya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan isu lingkungan dengan keadilan sosial.
Ekonomi Kemanusiaan dan Bencana (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas pendekatan antropologi terhadap bencana melalui perspektif ekonomi kemanusiaan dan kekerabatan. Mahasiswa akan mempelajari kasus-kasus bencana alam dan sosial, termasuk banjir, kekeringan, dan pandemi. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana masyarakat beradaptasi dan membangun solidaritas dalam menghadapi bencana.
Dinamika Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas konsep desa dan kota serta keterkaitannya dalam kehidupan modern. Mahasiswa akan menganalisis stereotip tentang desa dan kota serta realitas sosial yang melatarbelakanginya. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika desa-kota dalam kerangka sosial, ekonomi, dan budaya.
Politik Ekologi Perkotaan (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji kehidupan perkotaan melalui perspektif antropologi dengan kata kunci spatial turn dan socionatural imaginaries. Mahasiswa akan mempelajari bagaimana kota dipahami secara non-hierarkis dan penuh kompleksitas. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis isu perkotaan dari sudut pandang politik ekologi.
Antropologi tentang Pembangunan (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan studi antropologi pembangunan sekaligus kritiknya terhadap teknokrasi. Mahasiswa akan menelaah dinamika pembangunan melalui perspektif antropologi kritis. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami pembangunan tidak hanya sebagai proses ekonomi, tetapi juga sebagai proses sosial yang penuh ketegangan.
Standar Pengamanan Sosial dan Hak-Hak Komunitas (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas instrumen, pendekatan, dan teknik pengamanan sosial dalam konteks investasi dan pembangunan. Mahasiswa diperkenalkan pada standar tata kelola yang berwawasan kemanusiaan, termasuk hak masyarakat adat dan komunitas lokal. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami isu-isu perlindungan sosial dalam praktik pembangunan.
Analisis Jaringan Sosial dalam Perebutan Sumberdaya (3 SKS)
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan perspektif analisis jaringan sosial untuk memahami komunitas yang kompleks dan terus berubah. Mahasiswa akan mempelajari perkembangan teori dari struktural fungsional hingga perspektif perilaku. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan analisis jaringan sosial sebagai alat etnografis.
Antropologi Digital (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas digital turn dalam antropologi dengan fokus pada materialitas teknologi digital. Mahasiswa akan mempelajari perbedaan pandangan terhadap teknologi analog dan digital serta kasus-kasus konkret penggunaannya. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dampak sosial budaya dari perkembangan digital.
Antropologi Arsitektur (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan kontribusi antropologi dalam memahami arsitektur dan tata ruang manusia. Mahasiswa akan mempelajari logika budaya di balik lanskap, rumah, dan ruang yang dibangun manusia. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan arsitektur dengan praktik sosial budaya masyarakat.
Antropologi Teknologi Informasi (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas peran teknologi informasi dalam transformasi sosial budaya kontemporer. Mahasiswa akan menelaah bagaimana teknologi membentuk praktik kehidupan sehari-hari dan interaksi sosial. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis peran TI dalam perubahan masyarakat modern.
Antropologi Komunikasi (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji hubungan antara komunikasi dan kebudayaan. Mahasiswa akan mempelajari model komunikasi, linguistik, serta bagaimana budaya memengaruhi bentuk dan makna komunikasi. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami komunikasi sebagai dasar kehidupan sosial.
Antropologi Etika dan Inovasi (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas hubungan antara etika, kreativitas, dan inovasi dalam kehidupan sosial. Mahasiswa akan menganalisis kontroversi etis dalam bidang ekonomi, teknologi, dan budaya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika ko-produksi antara etika dan inovasi.
Seni Materialitas dan Teknologi (3 SKS)
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah praktik yang melatih mahasiswa mengapresiasi dan berkarya melalui seni dan teknologi. Mahasiswa diperkenalkan pada pendekatan fenomenologi dan materialitas untuk memahami karya seni. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memadukan keterampilan antropologis dengan ekspresi seni.
Etnografi Gerakan Keagamaan Trans-Nasional (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan kajian etnografi terhadap budaya populer dan gerakan keagamaan lintas negara. Mahasiswa akan menelaah bagaimana budaya populer membentuk identitas dan interaksi global. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika transnasional melalui perspektif antropologi.
Etnografi Indigenitas (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas konsep indigenitas sebagai kategori penting dalam memahami fenomena kontemporer. Mahasiswa akan membandingkan bentuk-bentuk indigenitas dari berbagai kawasan dunia, termasuk Amerika, Asia Tenggara, dan Siberia. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami indigenitas sebagai ruang artikulasi politik, ekonomi, dan identitas.
Transformasi Sosial Budaya di Asia (3 SKS)
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang dinamika sosial budaya di Asia dalam konteks sejarah, politik, dan ekonomi. Mahasiswa akan mempelajari transformasi sosial budaya secara komparatif melalui studi etnografi dan interdisipliner. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan memiliki orientasi kewilayahan yang lebih luas terhadap Asia.
Migrasi dan Mobilitas Transnasional 3
Mata kuliah ini mengkaji fenomena migrasi dan mobilitas lintas batas negara dalam konteks globalisasi. Mahasiswa diperkenalkan pada dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang menyertai migrasi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami mobilitas transnasional sebagai fenomena kompleks dan multidimensional.
Etnografi Indonesia (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan konsep-konsep antropologi untuk menganalisis kasus-kasus etnografis dari berbagai suku bangsa di Indonesia. Mahasiswa akan mempelajari kesamaan dan keragaman budaya dalam konteks negara bangsa multietnis. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami problematika aktual Indonesia melalui perspektif etnografi.
Etnografi Kelas Pekerja (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas dinamika kelas pekerja sebagai objek kajian antropologi. Mahasiswa akan menganalisis transformasi historis, kondisi struktural, serta pengalaman kultural kelas pekerja di berbagai tempat. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kelas pekerja dalam konteks globalisasi dan neoliberal.
Warisan Budaya Tak Benda (3 SKS)
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan teori dan praktik pengelolaan warisan budaya tak benda. Mahasiswa akan terlibat dalam studi kasus dan kegiatan ekskursi untuk memahami keragaman bentuk warisan budaya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya pelestarian warisan budaya bagi masyarakat.
Aksara dan Tradisi Tulis (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji sejarah dan ragam aksara dunia, khususnya aksara Nusantara, serta tradisi tulis di Asia Tenggara. Mahasiswa diperkenalkan pada manuskrip, prasasti, dan konstruksi pengetahuan lokal. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran aksara dan tradisi tulis dalam membentuk peradaban.
Antropologi Pariwisata (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas fenomena pariwisata dari perspektif antropologi. Mahasiswa akan menganalisis perjalanan, hospitalitas, serta pengaruh pariwisata terhadap masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami pariwisata sebagai praktik sosial budaya yang dinamis.
Tradisi, Modernitas, dan Perubahan Sosial (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji hubungan antara tradisi, modernitas, dan perubahan sosial. Mahasiswa akan mempelajari dinamika adat di Indonesia dalam konteks agama, pariwisata, dan politik sumber daya. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana tradisi dan modernitas terbentuk secara dinamis.
Pengelolaan Warisan Budaya (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan teori dan praktik manajemen warisan budaya, baik benda maupun tak benda. Mahasiswa akan terlibat dalam praktik pengelolaan dan studi lapangan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan dan strategi pelestarian warisan budaya.
Kebijakan Budaya (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas keterlibatan antropologi dalam kebijakan budaya. Mahasiswa akan mempelajari pendekatan, praktik, serta kritik terhadap kebijakan kebudayaan. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam perumusan dan implementasi kebijakan budaya.
Folklor (3 SKS)
Mata kuliah ini memperkenalkan definisi, jenis, dan genre folklor, mulai dari bahasa rakyat, cerita rakyat, hingga kepercayaan rakyat. Mahasiswa akan belajar metode penelitian folklor serta menelaah relevansinya di era media sosial. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami folklor sebagai bagian penting dari budaya populer maupun tradisional.
Museum dan Kebudayaan Material (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas hubungan antara benda material, perilaku manusia, dan kebudayaan. Mahasiswa diperkenalkan pada peran museum dalam mengelola dan menafsirkan kebudayaan material. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran museum dalam pelestarian dan pendidikan budaya.
Antropologi Kesenian (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji kesenian sebagai ekspresi budaya yang sarat makna. Mahasiswa akan mempelajari kesenian tradisional hingga kontemporer melalui pendekatan simbolik maupun pengalaman sensorik. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis kesenian dalam kaitannya dengan perubahan sosial dan budaya.