Skip to main content

Mata Kuliah Program Sarjana

Mata Kuliah Universitas Indonesia

MPK Terintegrasi (6 SKS)

Mata kuliah ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai peran mereka dalam masyarakat, bangsa, dan negara dengan berlandaskan iman, takwa, dan etika akademik. Pembahasan mencakup filsafat ilmu, Pancasila, kebudayaan Indonesia, serta pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Melalui kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar kebangsaan secara menyeluruh dan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan akademik dan sosial.

MPK Agama (2 SKS)

  • MPK Agama Islam
    Mata kuliah ini membahas ajaran Islam, sejarah perkembangannya, serta kaitannya dengan pranata sosial dan ilmu pengetahuan. Mahasiswa diperkenalkan dengan nilai-nilai Islam yang relevan dalam membentuk etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan ajaran Islam dalam konteks akademik maupun sosial.
  • MPK Agama Kristen Protestan
    Mata kuliah ini memperkenalkan pemahaman dasar mengenai iman Kristen, relasi antara iman dan ilmu pengetahuan, serta pengaruhnya dalam membentuk pandangan hidup. Mahasiswa diajak untuk memahami nilai-nilai kristiani dalam menghadapi persoalan kehidupan modern. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan iman dan ilmu secara bertanggung jawab.
  • MPK Agama Katolik
    Mata kuliah ini membahas dasar iman Katolik, hakikat manusia, serta peranan Yesus Kristus dalam kehidupan umat beriman. Topik lain yang dikaji meliputi masalah keselamatan, prinsip-prinsip Gereja, dan peranan komunitas Katolik dalam masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memahami kontribusi ajaran Katolik dalam membentuk etika dan kehidupan sosial.
  • MPK Agama Hindu
    Mata kuliah ini memperkenalkan konsep keimanan, ketakwaan, dan pandangan hidup manusia dalam ajaran Hindu. Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana ajaran Hindu menjelaskan hakikat kehidupan serta peran manusia di dunia. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu merefleksikan nilai-nilai Hindu dalam konteks sosial budaya.
  • MPK Agama Budha
    Mata kuliah ini memberikan pemahaman mengenai konsep keimanan, ketakwaan, serta hakikat hidup manusia dalam ajaran Buddha. Mahasiswa diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar yang menjadi panduan hidup seorang penganut Buddha. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami relevansi nilai-nilai Buddha dalam kehidupan akademik maupun sosial.

MPK Bahasa Inggris (2 SKS)

Mata kuliah ini bertujuan untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa dalam konteks akademik. Materi meliputi keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, serta membangun kosakata yang mendukung studi. Mahasiswa diharapkan mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan strategi belajar mandiri dalam menggunakan bahasa Inggris.

Mata Kuliah Wajib Rumpun Ilmu

MPK Manusia dan Masyarakat Indonesia (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan mahasiswa pada karakteristik dan problematika masyarakat Indonesia. Pembahasan mencakup dinamika sosial, budaya, dan tantangan yang dihadapi bangsa dalam konteks modern. Melalui kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ilmunya untuk memahami serta mengatasi persoalan bangsa.

Mata Kuliah Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Pengantar Antropologi (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan ruang lingkup dan konsep dasar antropologi sosial budaya. Mahasiswa diajak untuk memahami sejarah perkembangan antropologi, sub-disiplinnya, serta metode penelitian etnografi. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat relevansi antropologi dalam memahami masyarakat dan kebudayaan masa kini.

Pengantar Ilmu Politik (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas teori dan konsep dasar ilmu politik serta penerapannya dalam menganalisis fenomena politik di Indonesia. Mahasiswa diperkenalkan pada dinamika politik yang memengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan analisis kritis terhadap realitas politik.

Pengantar Metode Penelitian Sosial (3 SKS)

Mata kuliah ini menjelaskan dasar-dasar penelitian sosial, mulai dari tujuan, prinsip umum, hingga ragam jenis penelitian yang digunakan dalam ilmu sosial. Pembahasan mencakup proses penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Mahasiswa diharapkan mampu merancang penelitian sederhana untuk memahami fenomena sosial.

Pengantar Pengolahan Data Kualitatif (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan teknik pengumpulan, pengolahan, dan analisis data kualitatif. Mahasiswa belajar mengenai prinsip dasar metodologi kualitatif sebagai pendalaman dari penelitian sosial. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami serta mengolah data kualitatif dengan tepat.

Pengantar Sosiologi (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas konsep dasar dan teori sosiologi untuk memahami masyarakat serta lingkungannya. Mahasiswa diperkenalkan pada pemikiran-pemikiran sosiologi yang menjelaskan interaksi sosial, struktur masyarakat, serta perubahan sosial. Dengan pemahaman ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat keterkaitan antara teori dan realitas sosial sehari-hari.

Pengantar Statistik Sosial (3 SKS)

Mata kuliah ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar statistik deskriptif dan inferensial dalam penelitian sosial. Mahasiswa belajar mengenai penyajian data, teori sampling, probabilitas, serta analisis univariat dan bivariat. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan statistik sebagai alat analisis dalam memahami fenomena sosial.

Penulisan dan Presentasi Ilmiah (2 SKS)

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis dan menyajikan karya ilmiah. Mahasiswa diperkenalkan pada kaidah penulisan akademik, teknik argumentasi, serta cara menyampaikan gagasan secara efektif di depan publik. Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengekspresikan ide-ide akademiknya secara sistematis dan komunikatif.

Mata Kuliah Wajib Program Studi

Keterampilan Akademik Dalam Antropologi (3 SKS)

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar akademik yang diperlukan untuk menekuni studi antropologi. Mahasiswa akan diperkenalkan pada teknik penulisan antropologi, cara mengumpulkan data, serta membaca dan memahami etnografi. Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengekspresikan gagasan secara akademik sekaligus mengenali kekhasan antropologi sebagai disiplin ilmu.

Antropologi Biologi (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji pertanyaan mendasar tentang manusia dan keragamannya melalui interaksi biologi dan kebudayaan. Pembahasan mencakup teori evolusi, mekanisme biologis, genetika populasi, serta variasi dan adaptasi manusia di berbagai lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu memahami manusia sebagai makhluk yang kompleks dengan pendekatan holistik.

Menjadi Manusia: Perspektif Antropologi (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan cara berpikir antropologis untuk memahami manusia secara komparatif, holistik, dan lintas budaya. Topik yang dibahas mencakup konsep-konsep kunci antropologi seperti kebudayaan, struktur sosial, simbol, kekuasaan, dan agensi. Melalui proyek khusus, mahasiswa dilatih untuk mengasah dimensi analitis sekaligus reflektif dalam melihat kehidupan manusia.

Sejarah Kebudayaan Manusia (2 SKS)

Mata kuliah ini membahas asal-usul dan perkembangan masyarakat serta kebudayaan dari perspektif antropologi dan arkeologi. Mahasiswa diperkenalkan pada teori-teori evolusi dan kritik terhadap pandangan etnosentris maupun sains populer. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika sejarah manusia sekaligus mengkritisi wacana umum tentang kebudayaan.

Antropologi Linguistik (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji hubungan erat antara bahasa dan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa diperkenalkan pada teori tanda, penandaan, serta bagaimana bahasa membentuk dan dibentuk oleh praktik sosial. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis bahasa sebagai salah satu fondasi kebudayaan manusia.

Antropologi Ekonomi (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas bagaimana manusia mengelola sumber daya alam dan lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Topik meliputi produksi, distribusi, konsumsi, serta dampak sosial dari kegiatan ekonomi dalam masyarakat lokal, nasional, maupun global. Mahasiswa diharapkan mampu memahami kegiatan ekonomi sebagai fenomena budaya yang memengaruhi struktur sosial.

Antropologi Etnisitas (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji dinamika hubungan antar kelompok etnis dalam masyarakat majemuk. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep-konsep etnisitas, simbol-simbol identitas, serta peran faktor sosial, politik, ekonomi, dan agama dalam membentuk relasi antarsuku bangsa. Melalui pembahasan etnografi, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis isu etnisitas di Indonesia maupun di dunia.

Organisasi Sosial dan Sistem Kekerabatan (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas dasar-dasar hubungan kekerabatan dan organisasi sosial manusia dalam berbagai konteks. Pembahasan meliputi tema kontemporer seperti gender, migrasi, kesehatan, diaspora, dan demokrasi. Mahasiswa diharapkan mampu memahami keragaman bentuk kekerabatan dan organisasi sosial serta implikasinya dalam kehidupan modern.

Teori Antropologi Klasik (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan teori-teori dasar dalam antropologi dari pemikir seperti Karl Marx, Max Weber, dan Emile Durkheim. Mahasiswa diajak memahami bagaimana teori-teori tersebut membentuk paradigma awal dalam antropologi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori klasik dengan perkembangan etnografi dan studi antropologi kontemporer.

Lingkungan, Manusia, dan Jejaring Kehidupan (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan non-manusia. Mahasiswa mempelajari pendekatan ekologi budaya, politik-ekologi, serta semiotik lingkungan. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis interaksi manusia dan lingkungan sebagai sistem sosial-ekologis yang saling terkait.

Antropologi dan Sistem Dunia (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas kapitalisme, kolonialisme, dan sistem dunia sebagai kerangka penting dalam memahami masyarakat kontemporer. Mahasiswa diperkenalkan pada pemikiran tokoh seperti Immanuel Wallerstein dan Eric Wolf. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengkaji dinamika global melalui perspektif antropologi.

Religi dan Magi dalam Antropologi (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan mahasiswa pada kajian antropologi tentang praktik keagamaan. Topik meliputi mitos, magi, animisme, ritual, simbol, dan perilaku keagamaan di berbagai masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis keberagaman praktik keagamaan lintas budaya.

Antropologi Kekuasaan (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas berbagai konsep kekuasaan dalam antropologi, baik yang bersifat represif maupun produktif. Materi mencakup pandangan Weber, Marxis, Foucault, serta teori feminis mengenai kekuasaan. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis bagaimana kekuasaan beroperasi dalam kehidupan sosial melalui kerangka antropologi.

Kontinuitas dan Transformasi Budaya (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji teori-teori perubahan kebudayaan, termasuk asimilasi, adopsi, dan inkorporasi. Mahasiswa belajar mengenai pemikiran tokoh seperti Marshall Sahlins dan Joel Robbins. Melalui kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami perubahan budaya dan relevansinya dalam studi etnografi serta praktik sosial.

Mobilitas, Spasialitas, dan Sirkulasi (3 SKS)

Mata kuliah ini menyoroti dinamika mobilitas manusia, ide, dan praktik sosial dalam konteks global. Mahasiswa diperkenalkan pada mobile turn dalam teori sosial serta kritik terhadap pemahaman konservatif tentang kekuasaan. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis fenomena mobilitas dalam kehidupan sehari-hari.

Metode Penelitian Antropologi (4 SKS)

Mata kuliah ini melatih mahasiswa melakukan penelitian etnografi secara langsung. Pembahasan mencakup metode seperti observasi partisipatif, wawancara mendalam, etnografi multi-situs, autoetnografi, etnografi kolaboratif, serta etnografi digital. Mahasiswa diharapkan mampu merancang dan melaksanakan penelitian lapangan sesuai kaidah antropologi.

Antropologi Terapan (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan penerapan antropologi dalam konteks pembangunan dan kebijakan publik. Mahasiswa belajar tentang needs assessment, program evaluation, advocacy, serta etika profesional. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan antropologi untuk memahami dan memecahkan masalah sosial kontemporer.

Praktikum Keterampilan Fasilitasi (3 SKS)

Mata kuliah ini melatih mahasiswa dalam keterampilan fasilitasi yang mendukung perubahan sosial. Mahasiswa belajar teknik-teknik praktis untuk bekerja bersama komunitas. Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan siap berperan sebagai fasilitator dalam penelitian maupun pengabdian masyarakat.

Tugas Karya Akhir (4 SKS)

Mata kuliah ini merupakan pilihan jalur penyelesaian studi dengan menulis karya akhir. Mahasiswa akan menyusun sebuah proyek akademik yang mengintegrasikan teori dan metode antropologi dalam konteks terapan. Melalui bimbingan dosen, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang aplikatif dan bermanfaat.

Skripsi (6 SKS)

Mata kuliah ini merupakan jalur penyelesaian studi dengan menulis skripsi berbasis penelitian etnografi. Mahasiswa akan melakukan penelitian lapangan, analisis data, serta penyusunan karya ilmiah sesuai standar akademik. Dengan bimbingan dosen, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan skripsi yang memperkuat kapasitas mereka sebagai antropolog.

Mata Kuliah Pilihan

Praktikum Pengolahan Data Audio Visual (2 SKS)

Mata kuliah ini melatih mahasiswa untuk menguasai keterampilan pengolahan data audiovisual dalam penelitian antropologi. Mahasiswa akan belajar teknik merekam, mendokumentasikan kerja lapangan, membuat video dokumenter, serta menggunakan metode visual seperti photovoice. Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan media audiovisual sebagai sarana analisis maupun fasilitasi sosial.

Praktikum Pengolahan Data Arsip (2 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan penggunaan arsip sebagai metode, perspektif, dan objek kajian dalam antropologi. Mahasiswa akan belajar menelusuri arsip sejarah, menganalisisnya secara kritis, dan mengaitkannya dengan penelitian kontemporer. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana arsip menjadi sumber penting dalam membangun narasi sosial dan budaya.

Antropologi Dunia Bisnis (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas kontribusi antropologi dalam memahami praktik bisnis dan organisasi. Mahasiswa akan diperkenalkan pada perspektif antropologi dalam menganalisis perusahaan, dunia usaha, dan hubungan kerja. Melalui kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat dunia bisnis tidak hanya sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai fenomena budaya yang kompleks.

Praktikum Etnografi Marketing (3 SKS)

Mata kuliah ini memberikan keterampilan metodologis untuk melakukan etnografi dalam studi pemasaran. Mahasiswa akan belajar menganalisis perilaku konsumen, pendekatan budaya dalam pemasaran, serta peran media sosial dalam memahami segmen pasar. Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan strategi pemasaran dengan pemahaman budaya masyarakat.

Praktikum Antropologi Desain (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan hubungan antara antropologi dan praktik desain. Mahasiswa akan mempelajari konsep design thinking, penelitian antropologis mengenai perencanaan, serta peran antropolog sebagai kolaborator desainer. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif kritis terhadap desain sekaligus terlibat dalam proses kreatif.

Praktikum Advokasi (3 SKS)

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan teori dan praktik advokasi dari perspektif antropologi. Mahasiswa akan mempelajari strategi, teknik, dan alat (tools) yang digunakan dalam merancang dan melaksanakan advokasi sosial. Melalui kombinasi diskusi kelas dan praktik lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi fasilitator perubahan sosial berbasis advokasi.

Praktikum Inovasi Sosial (3 SKS)

Mata kuliah ini melatih mahasiswa dalam teknik rekayasa sosial yang relevan untuk intervensi komunitas. Mahasiswa akan belajar metode seperti stakeholder mapping, rapid rural appraisal, dan focus group discussion dalam rangka mendorong inovasi sosial. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang program intervensi berbasis antropologi yang kreatif dan aplikatif.

Praktikum Pemberdayaan Masyarakat (3 SKS)

Mata kuliah ini mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi fasilitator pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa diperkenalkan pada perspektif antropologi tentang ruang lingkup, batasan, serta strategi pengabdian masyarakat. Dengan praktik lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan pemberdayaan untuk mendukung transformasi sosial.

Praktik Magang Antropologi 1 (6 SKS)

Mata kuliah ini merupakan konversi dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang di luar kampus. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu antropologi di dunia kerja nyata dengan rubrik penilaian berbasis kompetensi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.

Praktik Magang Antropologi 2 (6 SKS)

Mata kuliah ini merupakan konversi dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang di luar kampus. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu antropologi di dunia kerja nyata dengan rubrik penilaian berbasis kompetensi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.

Praktik Magang Antropologi 3 (5 SKS)

Mata kuliah ini merupakan konversi dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang di luar kampus. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu antropologi di dunia kerja nyata dengan rubrik penilaian berbasis kompetensi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.

Praktik Magang Antropologi 4 (3 SKS)

Mata kuliah ini merupakan konversi dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang di luar kampus. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu antropologi di dunia kerja nyata dengan rubrik penilaian berbasis kompetensi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.

Antropologi Medis (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji hubungan antara kesehatan, penyakit, pranata sosial, dan kebudayaan. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai pendekatan antropologi medis, termasuk sistem medis tradisional dan modern, kesehatan reproduksi, serta kehidupan sosial dari praktik kedokteran. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana kesehatan dipengaruhi oleh faktor biologis sekaligus sosial-budaya.

Antropologi Psikologi (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas keterkaitan antara kebudayaan dan kepribadian manusia. Topik mencakup sejarah perkembangan teori antropologi psikologi, konsep dasar, serta metode penelitian yang digunakan. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis bagaimana nilai, norma, dan budaya memengaruhi perilaku dan membentuk kepribadian kolektif.

Antropologi Psikiatri (3 SKS)

Mata kuliah ini menyoroti peran faktor sosial dan budaya dalam terjadinya serta penanganan gangguan jiwa. Mahasiswa akan mempelajari definisi, teori, konsep, serta metode penelitian yang digunakan dalam antropologi psikiatri. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana interpretasi budaya memengaruhi persepsi tentang kesehatan jiwa dan cara menghadapinya.

Antropologi Gender dan Seksualitas (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas teori dan pendekatan antropologi terhadap gender dan seksualitas dalam berbagai konteks budaya. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep domestik/publik, esensialisme, konstruksionisme, queer, serta topik kontemporer seperti politik seksual dan keragaman gender. Dengan perspektif kritis, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis konstruksi sosial gender dan seksualitas secara lebih kompleks.

Antropologi Anak (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji dunia anak dari perspektif antropologi dengan menekankan pentingnya proses tumbuh kembang dalam konteks sosial dan budaya. Mahasiswa diperkenalkan pada faktor-faktor sosial-budaya yang memengaruhi pola asuh, pendidikan, dan kesejahteraan anak. Dengan memahami dinamika masa kanak-kanak, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkannya dengan isu-isu sosial yang lebih luas.

Antropologi Lansia (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas proses menua sebagai bagian dari siklus kehidupan manusia. Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana faktor sosial, budaya, dan kesehatan memengaruhi kualitas hidup lansia. Dengan pengetahuan ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis isu-isu penuaan dan menghubungkannya dengan pembangunan sosial masyarakat.

Penyembuhan Alternatif (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan praktik-praktik penyembuhan alternatif yang dipraktikkan di berbagai masyarakat. Mahasiswa akan mempelajari sejarah, pendekatan, metode, serta perspektif ilmiah dan non-ilmiah dari praktik penyembuhan tersebut. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis praktik kesehatan alternatif dalam kerangka sosial budaya.

Antropologi Kesehatan, Tubuh, dan Care (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas kesehatan sebagai fenomena biososial yang dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiokultural. Topik mencakup pemaknaan tubuh, praktik perawatan kesehatan, ketidaksetaraan kesehatan global, serta politik ekonomi kesehatan. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana isu kesehatan, tubuh, dan perawatan saling terkait dalam konteks global.

Makanan, Nutrisi, dan Kesehatan (3 SKS)

Mata kuliah ini menganalisis keterkaitan antara budaya, makanan, dan kesehatan. Mahasiswa akan mempelajari kebiasaan makan, simbolisme makanan, status gizi, serta isu food safety dalam masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran makanan tidak hanya sebagai kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai fenomena sosial budaya yang kompleks.

Aktivisme dan Gerakan Sosial (3 SKS)

Mata kuliah ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam studi maupun praktik aktivisme dan gerakan sosial. Mahasiswa dapat memilih keterlibatan melalui magang di organisasi, atau dengan merancang strategi kampanye dan advokasi. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori antropologi dengan praktik nyata perubahan sosial.

Antropologi Pedesaan (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji perkembangan teori dan etnografi tentang masyarakat desa sejak 1950-an, ketika fokus antropologi mulai bergeser dari masyarakat “primitif” ke masyarakat petani. Mahasiswa diperkenalkan pada perbedaan konsep peasant dan farmer serta tarik-menarik antara subsistensi dan orientasi komersial dalam praktik bercocok tanam. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika pedesaan dalam kaitannya dengan pasar, modernisasi, dan globalisasi.

Antropologi Infrastruktur & Teknologi (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas material turn dalam antropologi dengan menekankan pada peran infrastruktur dan teknologi dalam kehidupan sosial. Mahasiswa akan menganalisis studi klasik dan kontemporer mengenai materialitas, termasuk kajian science and technology studies. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami infrastruktur dan teknologi bukan hanya sebagai sarana teknis, tetapi juga sebagai fenomena budaya.

Masyarakat Pesisir dan Transformasi Sosial-Budaya (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji kehidupan masyarakat pesisir sebagai bagian penting dari sejarah dan kebudayaan manusia. Mahasiswa akan mempelajari hubungan timbal balik antara manusia, kebudayaan, dan lingkungan pesisir. Melalui diskusi dan telaah pustaka, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika sosial-budaya pesisir di Indonesia maupun dunia.

Antropologi Kependudukan (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan mahasiswa pada studi antropologi kependudukan dengan fokus pada ukuran, sumber, serta dinamika demografi. Mahasiswa akan belajar menganalisis data kependudukan dari sudut pandang sosial-budaya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami kaitan antara struktur demografi dan kehidupan sosial masyarakat.

Etnografi Multispesies (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas etnografi non-antropo-sentris yang menempatkan manusia dan spesies lain sebagai subjek setara dalam ekosistem. Mahasiswa akan menelaah sejarah hubungan manusia dengan alam serta perdebatan tentang antroposentrisme dan geosentrisme. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan analisis etnografis yang lebih holistik dan inklusif.

Perubahan Iklim dan Keadilan Sosial (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji isu perubahan iklim dalam kaitannya dengan kelompok rentan dan marjinal. Mahasiswa akan mempelajari dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, penghidupan, dan pertanian, serta perspektif antropologi dalam menanggapinya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan isu lingkungan dengan keadilan sosial.

Ekonomi Kemanusiaan dan Bencana (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas pendekatan antropologi terhadap bencana melalui perspektif ekonomi kemanusiaan dan kekerabatan. Mahasiswa akan mempelajari kasus-kasus bencana alam dan sosial, termasuk banjir, kekeringan, dan pandemi. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana masyarakat beradaptasi dan membangun solidaritas dalam menghadapi bencana.

Dinamika Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas konsep desa dan kota serta keterkaitannya dalam kehidupan modern. Mahasiswa akan menganalisis stereotip tentang desa dan kota serta realitas sosial yang melatarbelakanginya. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika desa-kota dalam kerangka sosial, ekonomi, dan budaya.

Politik Ekologi Perkotaan (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji kehidupan perkotaan melalui perspektif antropologi dengan kata kunci spatial turn dan socionatural imaginaries. Mahasiswa akan mempelajari bagaimana kota dipahami secara non-hierarkis dan penuh kompleksitas. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis isu perkotaan dari sudut pandang politik ekologi.

Antropologi tentang Pembangunan (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan studi antropologi pembangunan sekaligus kritiknya terhadap teknokrasi. Mahasiswa akan menelaah dinamika pembangunan melalui perspektif antropologi kritis. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami pembangunan tidak hanya sebagai proses ekonomi, tetapi juga sebagai proses sosial yang penuh ketegangan.

Standar Pengamanan Sosial dan Hak-Hak Komunitas (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas instrumen, pendekatan, dan teknik pengamanan sosial dalam konteks investasi dan pembangunan. Mahasiswa diperkenalkan pada standar tata kelola yang berwawasan kemanusiaan, termasuk hak masyarakat adat dan komunitas lokal. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami isu-isu perlindungan sosial dalam praktik pembangunan.

Analisis Jaringan Sosial dalam Perebutan Sumberdaya (3 SKS)

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan perspektif analisis jaringan sosial untuk memahami komunitas yang kompleks dan terus berubah. Mahasiswa akan mempelajari perkembangan teori dari struktural fungsional hingga perspektif perilaku. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan analisis jaringan sosial sebagai alat etnografis.

Antropologi Digital (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas digital turn dalam antropologi dengan fokus pada materialitas teknologi digital. Mahasiswa akan mempelajari perbedaan pandangan terhadap teknologi analog dan digital serta kasus-kasus konkret penggunaannya. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dampak sosial budaya dari perkembangan digital.

Antropologi Arsitektur (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan kontribusi antropologi dalam memahami arsitektur dan tata ruang manusia. Mahasiswa akan mempelajari logika budaya di balik lanskap, rumah, dan ruang yang dibangun manusia. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan arsitektur dengan praktik sosial budaya masyarakat.

Antropologi Teknologi Informasi (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas peran teknologi informasi dalam transformasi sosial budaya kontemporer. Mahasiswa akan menelaah bagaimana teknologi membentuk praktik kehidupan sehari-hari dan interaksi sosial. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis peran TI dalam perubahan masyarakat modern.

Antropologi Komunikasi (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji hubungan antara komunikasi dan kebudayaan. Mahasiswa akan mempelajari model komunikasi, linguistik, serta bagaimana budaya memengaruhi bentuk dan makna komunikasi. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami komunikasi sebagai dasar kehidupan sosial.

Antropologi Etika dan Inovasi (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas hubungan antara etika, kreativitas, dan inovasi dalam kehidupan sosial. Mahasiswa akan menganalisis kontroversi etis dalam bidang ekonomi, teknologi, dan budaya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika ko-produksi antara etika dan inovasi.

Seni Materialitas dan Teknologi (3 SKS)

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah praktik yang melatih mahasiswa mengapresiasi dan berkarya melalui seni dan teknologi. Mahasiswa diperkenalkan pada pendekatan fenomenologi dan materialitas untuk memahami karya seni. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memadukan keterampilan antropologis dengan ekspresi seni.

Etnografi Gerakan Keagamaan Trans-Nasional (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan kajian etnografi terhadap budaya populer dan gerakan keagamaan lintas negara. Mahasiswa akan menelaah bagaimana budaya populer membentuk identitas dan interaksi global. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika transnasional melalui perspektif antropologi.

Etnografi Indigenitas (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas konsep indigenitas sebagai kategori penting dalam memahami fenomena kontemporer. Mahasiswa akan membandingkan bentuk-bentuk indigenitas dari berbagai kawasan dunia, termasuk Amerika, Asia Tenggara, dan Siberia. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami indigenitas sebagai ruang artikulasi politik, ekonomi, dan identitas.

Transformasi Sosial Budaya di Asia (3 SKS)

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang dinamika sosial budaya di Asia dalam konteks sejarah, politik, dan ekonomi. Mahasiswa akan mempelajari transformasi sosial budaya secara komparatif melalui studi etnografi dan interdisipliner. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan memiliki orientasi kewilayahan yang lebih luas terhadap Asia.

Migrasi dan Mobilitas Transnasional 3

Mata kuliah ini mengkaji fenomena migrasi dan mobilitas lintas batas negara dalam konteks globalisasi. Mahasiswa diperkenalkan pada dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang menyertai migrasi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami mobilitas transnasional sebagai fenomena kompleks dan multidimensional.

Etnografi Indonesia (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan konsep-konsep antropologi untuk menganalisis kasus-kasus etnografis dari berbagai suku bangsa di Indonesia. Mahasiswa akan mempelajari kesamaan dan keragaman budaya dalam konteks negara bangsa multietnis. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami problematika aktual Indonesia melalui perspektif etnografi.

Etnografi Kelas Pekerja (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas dinamika kelas pekerja sebagai objek kajian antropologi. Mahasiswa akan menganalisis transformasi historis, kondisi struktural, serta pengalaman kultural kelas pekerja di berbagai tempat. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kelas pekerja dalam konteks globalisasi dan neoliberal.

Warisan Budaya Tak Benda (3 SKS)

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan teori dan praktik pengelolaan warisan budaya tak benda. Mahasiswa akan terlibat dalam studi kasus dan kegiatan ekskursi untuk memahami keragaman bentuk warisan budaya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya pelestarian warisan budaya bagi masyarakat.

Aksara dan Tradisi Tulis (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji sejarah dan ragam aksara dunia, khususnya aksara Nusantara, serta tradisi tulis di Asia Tenggara. Mahasiswa diperkenalkan pada manuskrip, prasasti, dan konstruksi pengetahuan lokal. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran aksara dan tradisi tulis dalam membentuk peradaban.

Antropologi Pariwisata (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas fenomena pariwisata dari perspektif antropologi. Mahasiswa akan menganalisis perjalanan, hospitalitas, serta pengaruh pariwisata terhadap masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami pariwisata sebagai praktik sosial budaya yang dinamis.

Tradisi, Modernitas, dan Perubahan Sosial (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji hubungan antara tradisi, modernitas, dan perubahan sosial. Mahasiswa akan mempelajari dinamika adat di Indonesia dalam konteks agama, pariwisata, dan politik sumber daya. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana tradisi dan modernitas terbentuk secara dinamis.

Pengelolaan Warisan Budaya (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan teori dan praktik manajemen warisan budaya, baik benda maupun tak benda. Mahasiswa akan terlibat dalam praktik pengelolaan dan studi lapangan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan dan strategi pelestarian warisan budaya.

Kebijakan Budaya (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas keterlibatan antropologi dalam kebijakan budaya. Mahasiswa akan mempelajari pendekatan, praktik, serta kritik terhadap kebijakan kebudayaan. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam perumusan dan implementasi kebijakan budaya.

Folklor (3 SKS)

Mata kuliah ini memperkenalkan definisi, jenis, dan genre folklor, mulai dari bahasa rakyat, cerita rakyat, hingga kepercayaan rakyat. Mahasiswa akan belajar metode penelitian folklor serta menelaah relevansinya di era media sosial. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami folklor sebagai bagian penting dari budaya populer maupun tradisional.

Museum dan Kebudayaan Material (3 SKS)

Mata kuliah ini membahas hubungan antara benda material, perilaku manusia, dan kebudayaan. Mahasiswa diperkenalkan pada peran museum dalam mengelola dan menafsirkan kebudayaan material. Dengan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran museum dalam pelestarian dan pendidikan budaya.

Antropologi Kesenian (3 SKS)

Mata kuliah ini mengkaji kesenian sebagai ekspresi budaya yang sarat makna. Mahasiswa akan mempelajari kesenian tradisional hingga kontemporer melalui pendekatan simbolik maupun pengalaman sensorik. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis kesenian dalam kaitannya dengan perubahan sosial dan budaya.

Penerimaan

Penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran baru untuk Program Sarjana, Magister dan Doktor.

Seleksi

Ujian seleksi terpadu masuk UI yang diselenggarakan UI bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di UI.

Global Entry

Start your academic journey at one of Indonesia’s leading universities. For international applicants only.