Diskusi publik ini menghadirkan Supriyadi Sudirman sebagai koalisi bersama gerakan Save Sagea dalam sebuah ruang belajar yang membahas perjuangan komunitas Sagea di Teluk Weda, Halmahera Tengah, dalam menghadapi ekspansi industri nikel. Kegiatan ini menjadi bagian dari diskusi kritis yang melibatkan mahasiswa dan akademisi untuk memahami dampak nyata industri ekstraktif, mulai dari pencemaran sungai, hilangnya sumber penghidupan, hingga kriminalisasi warga yang mempertahankan ruang hidupnya. Berangkat dari konteks lokal Sagea, pelatihan ini menyoroti bagaimana masyarakat berada di garis depan dari narasi besar transisi energi yang sering kali mengabaikan realitas di lapangan. Melalui diskusi partisipatif dan berbagi pengalaman warga, Save Sagea menunjukkan bahwa gerakan perlawanan dibangun secara kolektif, berakar pada nilai budaya lokal, serta menjadi upaya berkelanjutan untuk menjaga martabat dan keberlanjutan hidup komunitas.


